Review Film Wonderful Life

Film wonderful life ini diangkat dari cerita novel Wonderful Life karya Amelia Prabowo.




Anak dengan tingkat kecerdasan baik rendah maupun tinggi, bisa menderita disleksiaDisleksia adalah salah satu jenis gangguan atau kesulitan belajar yang umumnya mempengaruhi kemampuan membaca serta pengejaan seseorang. Anak disleksia juga susah membaca huruf abjad karena terbalik semua.

Film wonderful life disutradarai oleh Agus Makkie, penulis skenario Jenny Jusuf, produser Angga Dwimas Sasongko, Rio Dewanto dan Handoko Hendroyono.

Amelia ibu dari Aqil diperankan oleh Atiqah Hasiholan.
Aqil diperankan oleh Sinyo.

Film ini berdurasi 1 jam setengah. Film yang temanya sederhana bagaimana seorang ibu single parent berjuang untuk penyakit disleksia anaknya.

Amelia adalah seorang wanita karir yang sukses, tapi tidak dalam rumah tangganya, kakaknya meninggal.
Amelia dan Aqil tinggal dengan orang tua Amelia, yang menurut bapaknya Amelia anak itu harus sempurna IPKnya.

Nah Amelia juga orang yang perfeksionis,detail dan hygienis.
Hidupnya hanya bekerja, sama Aqil anaknya yang penting segala kebutuhannya terpenuhi.

Tapi suatu waktu Amelia dipanggil oleh guru Aqil, Aqil tidak pernah ikut pembelajaran di sekolah dan hanya menggambar saja, sementara sudah kelas 2 SD usia 8 tahun.

Bapaknya Amelia orangnya saklek dan tegas, dia bilang Aqil sakit karena usia 8 taun belum bisa baca. Hubungan Amelia dan bapaknya tidak harmonis karena kakaknya meninggal akibat diusir oleh bapaknya karena IPK waktu kuliah tidak sesuai harapan bapaknya.

Nah Amelia bawa Aqil ke dokter, psikiater, dukun dan paranormal.
Salah satu terapis bahkan pengobatan tradisional hanya bilang Aqil tidak kenapa-napa, hanya perlu perhatian dan berpetualang travelling dengan ibunya.

Amelia tadinya tidak terima kenyataan bahwa Aqil anaknya disleksia, segala cara dia tempuh buat ngobatin Aqil.

Nah perjalanan pengobatan Aqil ini, buat Aqil adalah petualangan yang seru, Aqil senang berpetualang dan menggambar alam.
Amelia da Aqil naik mobil berdua sampai Jawa Tengah dari Jakarta, karena bannya bocor, sempet naik pick up ada kambingnya.
Juga naik perahu kecil nyebrang sungai.
Lari dari rumah dukun.
Bahkan hilang dompet di pasar akibat cari Aqil.
Dan mereka pun terpaksa lari karena tidak bisa bayar makanan di warteg.
Di tengah perjalanana telfon Amelia juga terus berdering karena harus email dan mantau kerjaan sebagai CEO Le Homme.
Sampai-sampai kalah tender karena perjalanan pengobatan.
Hal-hal seru dan mengharu biru terjadi di adegan petualangan menurut Aqil dan mencari pengobatan bagi Amelia untuk Aqil.

Dari menginap di homestay sampai tidur beralaskan terpal dijalani Amelia dan Aqil, lihat bintang berdua dengan api unggun.

Nah Amelia jadi sadar ketika Aqil sempat hilang di pasar bahwa anaknya itu sangat teramat berharga daripada harta dan karir yang dia miliki.

Aqil pun jadi senang selama perjalanan berobat ini, dia bebas menggambar dan tidak sekolah formal yang tidak dia sukai, juga berpetualang di alam bebas.

Akhirnya Amelia dan Aqil sama-sama senang dan jadi saling memahami satu sama lainnya.
Bahwa kita yang normal kadang jiwa kita sakit karena selalu menilai sesuatu harus sempurna dari sudut pandang kita sendiri, jadi memaksakan kehendak kepada orang lain.

Dan justru kita harus pandai bersyukur dan ambil hikmahnya di setiap keadaan, anak disleksia punya kelebihan, yaitu pasti pintar di satu bidang, kaya Aqil pinter menggambar, sampai gambarnya disenangi oleh orang lain seperti tukang warnet yang digambari temboknya dan orang-orang di pasar.

Alloh menguji kita sesuai kemampuan hambanya.
Dalam menghadapi anak Disleksia kita harus sabar mendengar dan ikut berpetualang ke dunianya anak kita.

Kesan saya tentang film ini, cocok ditonton oleh para ibu dan anaknya, pemeran utama sangat piawai memainkan karakternya sehingga kita terbawa emosi.
Pemeran pendukung juga berhasil bikin kita ketawa ketiwi abisnya lucu banget sih. 
Pesan moralnya kita sebagai orangtua juga harus dekat dengan anak, bermain, belajar dan berpetualang bersama menikmati indahnya hidup ini, itu adalah kebahagiaan yang luar biasa.
Hidup ini sangat singkat dan sayang sekali jika kita nikmati hanya dengan mengisi rutinitas pekerjaan sehari-hari yang notabene hanya menghasilkan uang.




Lebih seru lagi kalau nonton bareng teman-teman komunitasmu, bisa tertawa dan terharu bareng deh.
Wonderful life wow amazing 😊.

Membuat kita juga lebih bersyukur atas hidup yang kita miliki, dan perhatian juga kasih sayang dengan anggota keluarga itu poin penting dalam menjalani kehidupan ini ☺.






Komentar

  1. Semoga film ini banyak membawa manfaat buat banyak orang yaa mba khususnya para orang tua agar bijak dalam mendidik anak anak nya

    BalasHapus
  2. Semoga film ini banyak membawa manfaat buat banyak orang yaa mba khususnya para orang tua agar bijak dalam mendidik anak anak nya

    BalasHapus
  3. hwaaaa, ceritanya bikin baperrr mesti ya mbak vitaaa... :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baper buat yang ngalamin, agak kebawa emosi kalau dihayati, tapi beneran bagus filmnya banyak pesan moralnya, nonton coba ama dhaffin

      Hapus
  4. Balasan
    1. Bagus ya mbak archa pesan moral dan drama keluarga, coba film indonesia dibanyakin yang kaya gini malah bagus, film ini lucunya natural dan kaya pesan moral siip deh

      Hapus
  5. Wah..jd pgn nonton jg nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak mechta bagus banget filmnya 😊

      Hapus
  6. Inspiring banget ya mbak filmnya.. :)

    Semoga kapan2 ada acara nobar lagi ya... seru!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak rit seru dan asyik 😊

      Hapus
  7. nah... bagus juga filmnya. Belajar parenting sambil nonton film

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga banyak lagi film kaya gini ke depannya yang ada edukasinya

      Hapus
  8. Film yang wajib ditonton oleh orang tua ya mbak Vita. Tidak semua kesuksesan berasal dari nilai akademik semata, banyak bakat lain yang bisa menjadi hidup kita sukses asal diarahkan dengan baik :)

    Reviewnya bagus mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak uang bukan segalanya, bahagia itu sederhana, makasih 😊

      Hapus
  9. Masih belum move on aku dari film ini, bagus sih. Penuh inspirasi ya Vit :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum mbak Wati bagus banget, ayo kapan kita nobar rame2 lagi ☺

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup

Postingan populer dari blog ini

Operasi katarak di rsi sultan agung dengan bpjs

Delman resto semarang

Miss Pink Kitty Cafe and Shop Semarang