Friday, April 21, 2017

Review film Kartini

Rabu lalu aku ama suamiku nonton film Kartini di Cinema XXI Citraland Semarang, sebelumnya nonton film Surat Untuk Kartini di Hooq, beda dengan film ini yang menjelaskan sosok Kartini dari sudut pandang seorang tukang pos yang suka dengan Kartini.
Kalau film Kartini ini mengekspos sisi Kartini secara pribadi.
Masa kecil Kartini yang dipisahkan dengan Ngasirah ibu kandungnya yang harus rela jadi pembantu di rumah suaminya sendiri demi agar anak-anaknya jadi Raden Ayu.
Tradisi pingitan sejak menstruasi pertama sampai datang pria yang melamar.
Suasana tradisi Jawa yang kental di film ini kentara banget didukung musik dan latar lokasi yang mendukung.
Kartini yang kompak baca buku tulisan Belanda dan jadi kontributor majalah yang terbit di Belanda.
Saya suka Kartini dekat dengan Kartinah dan Roekmini adiknya.
Menunjukkan seorang perempuan butuh teman, dan teman sejati itu adik dan kakak sendiri, disini Kartono, yang menyuruh Kartini agar membuka wawasan walau dalam pingitan dengan baca buku seolah keluar melihat dunia yang luas. RAGA BOLEH TERPENJARA TAPI PIKIRANMU TIDAK.



Nah ibu Ngasirah salut pengabdiaan, dimana dia yang membuka hati Kartini buat menerima pinangan bupati rembang dan membatalkan beasiswa ke Belanda, karena budaya Barat memang bagus bisa mengemukan pendapat dengan bebas tetapi kita orang timur masih punya adat istiadat yang bikin nyaman dan mengabdi buat keluarga, karena keluargalah yang utama.
Nah sepintar dan sesukses apapun kita dalam karir dan rumah tangga tak luput dari doa ibu kandung kita yang mustajab iya bukan.

Adegan kawin paksa Kartinah dan ketika ibu tiri Kartini mengurung agar Kartini tidak jadi ambil beasiswa di Belanda juga saat bapak Kartini menanyakan syarat apa yang Kartini ajukan untuk mau menerima pinangan bupati Rembang berhasil membuatku nangis dalam diam mrebes mili, ingat mamahku yang hanya lulusan SMEA dan bapakku STM yang berhasil menyekolahkanku dengan adik-adikku sampai sarjana semua, sehingga kami hidup nyaman seperti sekarang.
Ingat ketika ada yang melamar tapi ortu tidak setuju eh bener aja lelaki itu bukan yang tepat, dan ortu sreg, ternyata bener jodoh yang direstui lebih bikin kita bahagia, maka kenapa ridho Alloh terletak di ridha ortu kita.
Nah saat mengajukan syarat Kartini didukung oleh Lastri, kakak lekakinya dan bapaknya, inilah mengapa wanita tetep butuh pria disampingnya untuk mendukung setiap cita-cita dan mewujudkan impiannya.

Dan ketika bupati rembang datang beliau setuju, nah artinya tidak semua pria itu saklek dengan tradisi tanpa menerima perubahan, syarat Kartini tidak mau membasuh kaki suami saat menikah saya setuju, karena pas saya menikah dengan suami walau adat sunda bukan jawa dihilangkan bagian menginjak telur karena itu mubazir menurut ortuku, dan membasuh kaki suami termasuknya bid'ah dalam Islam agamaku, makanya ditiadakan, ya karena suami bukan Tuhan, tapi untuk mendapat surga Alloh atas ridha suami dan surga di telapak kaki ibu.

Syarat  Kartini agar ibunya balik lagi ke rumah utama bukan dijadikan pembantu tapi dianggep istri dan ibu juga, bagus banget mengingatkan kita walau sudah nyaman dengan rumah tangga sendiri jangan lupakan orang tua kita.

Syarat Kartini agar setelah menikah dibolehkan mendirikan sekolah perempuan disetujui dan didukung suaminya, ini artinya semandiri apapun kita tetep butuh dukungan suami buat mewujudkan mimpi kita.

Overall saya suka banget film Kartini yang disutradarai Hanung Bramanto ini, pemerannya juga kece abis, Dian Satro Kartini, Ayu Shita Kartinah, Acha Septriasa Roekmini, Christin Hakim Ngasirah, dan pemain lainnya termasuk pemain senior dan pas lakonnya.
2 jempol deh buat film ini.
Ibu Kartini sosok luar biasa buatku, insyaAlloh masuk surga deh, jasanya berarti banget pe sekarang, kita perempuan dan wanita Indonesia bisa menulis bebas jadi blogger seperti sekarang, bisa berprofesi sesuai pendidikan kita, Subhanalloh deh.

Menurutku ibu Kartini perempuan Jawa, wanita Indonesia yang keren banget, cantik luar dalam, beliau juga dengan ustadz Soleh Darat mau mempelajari Alquran dan terjemahnya, dasar yang membuat Kartini yakin bahwa baik laki dan perempuan sama harus mencari ilmu dan ilmu harus diamalkan, dibagikan dan dituliskan ada surat dalam Alquran yaitu Al Fatihah dan Iqraa.
Petunjuk yang lurus dan bacalah agar tahu dan paham.

Tinggal tugas kita sebagai istri jadi wanita yang bisa dukung suami, sebagai anak bisa membanggakan ortu, sebagai kakak atau adik menjadi teman sejati saudara kandung kita, kita boleh berkarir tapi kekuargalah yang utama, dan semua kenyamanan kita berkat doa ortu, saudara dan suami kita 😊.

Harapannya makin banyak film seperti ini mengangkat para pahlawan agar semangatnya ada terus dan kita lanjutkan juga rasa Nasionalisme kita pun terpupuk terus sampai generasi penerus kita nanti.

Ibu Kartini bersama adiknya juga ikut memajukan ukiran khas Jepara, sehingga membantu perekonomian di Jepara, setelah menikah banyak mengajar anak perempuan di Rembang.
Saya jadi pengen membaca buku karya beliau, habis gelap terbitlah terang, sayang bukunya mungkin hanya ada di perpus daerah tidak ada di gramedia.
Bukunya banyak surat Kartini kepada Nyonya Abendanon, hubungan nya sangat dekat sampai beliau memanggilnya ibu.

Contoh pada percakapan halaman 92-93
Jalan kepada Allah dan jalan kepada padang kemerdekaan hanyalah satu. Siapa yang sesungguhnya jadi hamba Allah, sekali-kali terikat kepada manusia, sebenar-benarnya merdekalah dia. Dalam beberapa hari ini ada yang menimpa diri kami. Bila hal itu kejadian sebelum ada perubahan di dalam dunia rohani kami ini, tentulah kami akan menjadi berputus asa. Tetapi sekarang kami berpegang teguh pada tangannya, mata kami dengan tiada putus-putusnya kami berpegang teguh pada tangannya, kata kami dengan tiada putus-putusnya kami tujukan kepada Dia-Dia akan mengemudikan kami menimbang dengan kasih sayangnya, Dan lihatlah, gelap menjadi terang, angin ribut menjadi angin sepoi-sepoi. Semuanya yang ada di sekeliling kami tetap seperti sediakala, memang tidak berubah, tetapi bagi kami sudah berubah. Yang berubah itu sebenarnya di dalam diri kami, maka disinarinyalah segala yang ada dengan cahaya-Nya. Alangkah tenang dan damainya di dalam rohani kami.. Ibuku sayang, kami sangat berbahagia. Bukan bahagia yang bergetar, riang gembira, melainkan rasa bahagia yang tenang, damai dan mesra.(toko cinta buku online)








35 comments:

  1. aduh mba Vita, aku jadi pengen nonton.
    Restu orang tua yang akan membuat hidup kita bahagia, nohok banget.
    Makasih yo mba Vit, mengingatkan untuk menjadi lebih baik dan menyayangi keluaga selalu

    ReplyDelete
  2. semua itu dari restu orang tua ya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kaya bu kartini ibunya pun lebih senang beliau tetap di jawa dan menikah ketimbang sekolah di Belanda eh bener saja, bu kartini karena nurut ucapan ibunya, bisa wujudin cita-citanya bahkan dikenang sebagai pahlawan dan jasanya masih kita rasakan pe sekarang 😊

      Delete
  3. Semakin mupeng ke bioskop, hiks ... TFS ya, Mbak. Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ayo nonton mbak bagus, salam kenal juga mbak, masama mbak 😊

      Delete
  4. di kota saya selalu Full nih Kartini, bahkan kemarin temna ada yang dapat jam 10 malam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya di Semarang juga mbak, kemarin itu aku ngejar jam 12 siang masih ngantor, ngejar jam 3 sore udah penuh, kebagian jam 5 sore itu pun di bangku ketiga dari depan pojok, filmnya panjang, hampir 2jam kok, jadi daripada nunggu jam 7 ama 10 malam aku udah ambil kursi pojok di depan itu saking pengen nonton ini 😊

      Delete
  5. sudah tayang to mbak?pingin nonton nih.pas banget ya dian sastro jadi pemerannya.aku juga suka ma dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah ada mbak ningrum dari tanggal 19 april hari rabu kemarin, iya bagus banget mbak ning kudu nonton film kartini tidak mengecewakan kok 😊

      Delete
  6. Selama ini yang lebih banyak diekspos adalah Kartini yang berjuang untuk persamaan hak perempuan bisa sejajar dengan laki-laki, tentang emansipasi wanita, sementara Kartini yang religius sangat jarang dibicarakan. Salut untuk Hanung membuat film sebagus itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak hanung mengangkat sisi religiusnya Kartini, dan alesan Kartini terus menjadi kontributor dan mendirikan sekolah perempuan adalah setelah bertemu kyai soleh darat di demak dan menanyakan apakah dalam Alquran ada ayat yang menerangkan bahwa sekolah dan menuntut ilmu harus laki-laki saja, kyai menjawab laki-laki dan perempuan, landasannya ayat iqraa itu 😊

      Delete
  7. Restu orang tua akan menentukan hidup kita.

    Duu ... makin banyak baca review film ini, jadi makin penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mbak, bagus filmnya mbak 😊

      Delete
  8. Restu orang tua ya.. Saya jadi ingat perkataan seseorang "semua muara kisah dari hidup ini hanya satu, yaitu ridho Allah dan ridho orang tua." Makasi reviewnya Mba. Saya juga suka trailernya. Tapi belum nonton yg full movie-nya. Jadi tambah pengen nonton Kartini. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huum sangat betul itu mbak, masama m ak, iaya ayo nonton mbak 😊

      Delete
  9. Jadi kepengen nonton juga tapi ntar aja lah klo udah ga rame

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nonton mbak mun keren abis nih filmnya 😊

      Delete
  10. Wah...jadi pingin nonton nih mbak. Kmrn yg surat utk Kartini aku nonton di pesawat aja udh bagus..
    Penasaran dgn yg ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak archa surat untuk kartini juga bagus, yang kartini ini lebih bagus lagi mbak top deh 😊

      Delete
  11. Replies
    1. Ayo mbak dew, barengan ama mbak wati dan mara, atau ama mas bagus juga alde dan nai mumpung long weekend, bagus kok mbak, buat anak sepertinya tak masalah kalau nonton, ada edukasinya biar lebih mematuhi orang tua 😊

      Delete
  12. Aku rencana nonton hari selasa sama mara. Baca ini makin mupeng deh Vit :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus banget nih film mbak wati wajib nonton keren pokoknya, wah asyik ntar nobar ma mara 😊

      Delete
  13. Mau dong nonton.penisirin bange aku Mbak... tambah mupeng baca postingan Mbak Vita nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo nonton mbak wahyu rame dan bagus filmnya 😊

      Delete
  14. Aku udah nonton filmya dan tak sabar untuk segera menulis, mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus ya mbak, ayo segeta tulis reviewnya 😊

      Delete
  15. Kartini memang Inspiratif banget yaa mb, bener bener pembaharu peradaban..smg kita bisa mencontoh langkah beliau..btw sy blm nonton ki hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak kartini selain banyak baca buku juga suka mempelajari terjemahan alquran walau baru sampai surat Ibrahim, karena kyai sholeh daratnya keburu meninggal belum selesai menterjemahkannya pe semua surat

      Delete
  16. Di sekolah juga lagi banyak yg ngobrolin film ini, Mbak. Sayang, aku nggak bisa nonton filmnya secara langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mbak ika nonton ama suami dan ghifa mumpung long weekend ini 😊

      Delete
  17. Berkali2 liat trailernya di youtube. Bagus banget, suka sama aktingnya dian sastro.. tp belum ada kesempatan nonton, huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua akting pemeran dalam film kartini ini keren abis pokoknya mbak 😊

      Delete
  18. jadi penasaran buat nonton langsung film kartini ini,lebih hidup banget sosok kartni nya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup