Monday, March 26, 2018

Yuk Sebarkan #PeduliKitaPeduliTBC


Hari Minggu, 25 Maret 2018 kemarin, di CFD depan FX Sudirman dan Tartine Cafe, diadakan gathering media dan blogger tentang Kampanye #PeduliKitaPeduliTBC.
Kampanye ini diinisiasi oleh U.S. Agency for International Development (USAID), Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) dan para pemerhati TB di Indonesia.
Pesan kepeduliaan ini untuk mengedukasi masyarakat bahwa TBC bisa disembuhkan dan mengajak masyarakat untuk periksa ke instansi kesehatan terdekat jika ada indikasi TBC.

Gerakan #PeduliKitaPeduliTBC ini dilakukan sejak Januari 2018.
Jika batuk berdahak lebih dari dua minggu sebaiknya periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.
Jika terinfeksi kuman TBC, konsumsi obat sampai sembuh.
Jangan sampai lalai, merasa sudah sembuh obat tidak diminum lagi, obat TBC harus dihabiskan agar tidak resintensi antibiotik.

Penemu Kuman penyebab TB, Mycobacterium Tuberculosis tahun 1882 Dr.Robert Koch, dan beliau mendapat hadiah nobel.
Sekarang hari TB sedunia diperingati setiap  24 Maret.


Menurut Ibu perwakilan dari FSTPI/Forum Stop TBC Partnership Indonesia, mengajak berbagai pihak untuk terlibat langsung, seperti pihak swasta dan berbagai kalangan, termasuk selebriti dan generasi milenials, agar kampanye TBC ini menyebar luas, sehingga angka kematian karena TB makin berkurang, bahkan Indonesia bebas TB.



Menurut Dr.dr Erlina Burhan MSC.Sp.P (K)
TB menyerang paru-paru, tapi dapat juga menyerang bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening, selaput otak, usus, kulit, tulang, saluran kemih, mata, tenggorokan dan saluran reproduksi.

Cara menjalankan pola hidup sehat :
- makan dengan gizi yang seimbang (sayur-sayuran, telur, ikan, daging dan buah)
- istirahat yang cukup dan jangan tidur larut malam
- jangan merokok
-menjemur kasur, tikar/karpet secara teratur agar tidak lembab
- membuka jendela pada pagi hingga sore hari agar rumah masuk cahaya dan udara yang cukup.

Dari penyakit TB itu akan berdampak buat penderita sendiri, keluarga dan masyarakat.

Akibat TB terhadap diri penderita :
- kehilangan pendapatan karena tidak bekerja
- kegiatan sekolah terganggu
- berhenti dari pekerjaan
- dikucilkan masyarakat sehat
- kualitas hidup berkurang

Akibat yang dapat ditimbulkan TB terhadap keluarga:
- keluarga penderita  dapat tertular penyakit TB juga
- berkurangnya penghasilan untuk keluarga, karena penderita misal sebagai tulang punggung keluarga tidak dapat bekerja
- keluarga penderita tidak dapat bebas bergaul dengan penderita TB

Dan dampak terhadap masyarakat adalah tingkat kemiskinan bertambah karena TB banyak menyerang masyarakat golongan ekonomi lemah.

Mbak Aulia Zamillah pejuang tangguh TB yang sudah sembuh.
Menurut mbak Aulia  penderita TBC gak usah dikucilkan dan diasingkan kok, dengan pengobatan rutin dan disiplin TBC bisa sembuh.



Mas Vino G.Bastian juga temannya pernah ada yang menderita TB setelah pengobatan 6-9 bulan sembuh.
Menurut mas Vino di lokasi syuting saja sekarang sudah menerapkan pola hidup sehat, para artis harus tidur 8 jam sehari, makan menunya yang ada protein, sayuran dan buah juga air mineral yang cukup.
Dan ada larangan merokok di lokasi syuting, biar tidak ada perokok pasif dan terutama jika ada artis cilik juga hewan.
Karena semua mahluk hidup di bumi ini kata mas Vino berhak menghirup udara segar yang Tuhan kasih.
Jadi kita manusia juga harus menjaga agar udara yang kita hirup masuk paru-paru kita juga bersih.
Pola hidup dan pola makan  harus sehat juga minum vitamin agar kebal kuman TB.
Gak perlu takut karena TBC bisa sembuh asal periksa dan lapor pemerintah kata mas Vino.
Menurut Vino kalau ada proyek film baru jangan porsir kerjaan terus, justru disiplin istirahat yang cukup dan makanan yang sehat.

Mas Reza Rahardian selaku aktor menjaga kesehatan dengan cukup tidur dan konsumsi air putih yang banyak juga olahraga teratur agar tetap fit dan minum vitamin.
Mas Reza juga pernah melihat temannya menderita penyakit TB yang berjuang untuk sembuh.


Mural karya mas Tutugraff  ini memiliki simbol karena TBC menular melalui udara ketika bersin dan batuk, makanya mulutnya ditutup.
Masyarakat hendaknya mengikuti gerakan flashmob yang terinspirasi dari etika batuk yaitu : memalingkan muka, menutup mulut dengan sapu tangan atau lengan dalam, menggunakan masker atau tisu, tidak meludah sembarangan, dan mencuci tangan dengan sabun dan membilasnya dengan air bersih.


Kenapa kita semua harus peduli pada kasus TBC ini karena :
1. Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TB terbanyak di dunia, menurut laporan Global Tuberculosis Report WHO pada tahun 2017 sekitar 1.020.000 jiwa
2. Hanya 21% masyarakat Indonesia yang tahu tentang bahaya dan cara penyebaran TBC
3. Penyakit TBC sendiri telah membunuh 300 orang setiap harinya
4. Hanya 1/3 yang dilaporkan dari kasus yang ada.

Yuk sebarkan #PeduliKitaPeduliTBC, saya peduli, makanya saya sebarkan.
Kunjungi juga websitenya www.pedulitbc.org.
TBC dapat disembuhkan, makanya Periksa dan sebarkan kepedulianmu.

3 comments:

  1. Wiii ya ampun ngeri banget ya peringkat 2 sedunia. Tapi adang orang yang kena TB cuek2 aja batuk depan umum, gimana nggak cepat penularannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya etika batuk bersin di Indonesia masih belum banyak orang tahu dan melakukannya, padahal jika kita semua peduli akan lebih cepat Indonesia bebas TBC, agak susah memang mbak, cuma dulu dan sekarang kalau aku ada orang yang merokok matiin dong langsung kutegur, dan kalau ada yang batuk ditutup dong pakai tisu, ada yang yang jengkelin sih masih aja merokok walau kita udah kebauan bandel aja masih, atau tetep bersin batuk gak ditutup hadewh, harus dari kesadaran orangnya dan kita juga bantu sebarkan etika batuk bersin ini sama biar gak meludah sembarangan juga, dan tisunya juga dibuang ke tempat sampah bukan ditaruh di meja heuheu

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup