Wednesday, May 13, 2020

Shasha Belajar MPASI-nya di usia 6 bulan

May 13, 2020 0 Comments

Shasha 6 bulan udah bisa duduk di kursi bayi, kalau mamam disini atau bouncer.


Bubur bayi promina beras merah awal perkenalan makan Shasha satu sendok dengan 50ml air, tapi kesininya 2 sendok makan sampai bubur kental, banyak dilepehnya, tapi yang terakhir habis. Mami selang seling antara manis dan asin. Terus nyobain 1 keping biskuit Shasha masih dilepeh, 2 keping biskuit yang dilarutkan air matang juga masih diemut dan dilepeh ditelan dikit heuheu. Promina ayam brokoli keju awalnya mau dikit, kesininya ada yang dilepeh mungkin bosen kali ya.


Kentang 1 buah, brokoli 2 kuncup , buncis 1 batang, tahu setengah, baso daging sapi 1 tanpa msg dan pengawet, kaldu jamur dikit dan keju seperempat, bawang bombay 2 iris. Direbus kentang, brokoli dan buncis plus bawang bombaynya, lalu diblender sampai halus kaya bubur bayi dengan keju dan kaldu jamur. Segini bisa 3x makan, cuma Shasha hanya makan 2x pagi dan siang, sore dia gak mau heuheu. Ini nyobain aja maminya. Biar gak bosan bubur jadi.


Nah karena kata Dsa. Shasha plus logika mami juga kayanya lebih cocok 2 minggu pertama makanan bayi yang sudah jadi. Mami nyoba berbagai rasa dan merk makanan bayi 6 bulan. Promina pir jeruk pepaya  Shasha masih 1 atau 2 sendok makan campur air matang hingga kental, masih banyak dilepehnya pagi, kedua milna bayam hati ayam siangnya sama juga masih banyak dilepeh daripada ditelan. Besoknya nyoba bubur kacang hijau cerelac mau Shashanya cuma ada yang dilepeh. Siangnya promina daging sapi wortel. Kata mamahku juga yang penting anaknya sehat, dan Alhamdulillah tiap bulan Shasha naik BB dan TB-nya. Kontrol terkahir sekalian imunisasi 6.53kg dan 64.4cm.

Untuk MPASI Shasha selain sesuai saran dokter aku pun nyoba saran teman dan adikku yang punya 2 balita. Setiap anak pasti beda-beda prosesnya. Dan memang harus sabar, kita nanti bisa tahu apa kesukaan bayi kita dan makanan mana yang tidak dia sukai. Tentunya aku pun selain melatih Shasha mamam, juga tidak memaksa harus ini itu sesuai teori, karena prakteknya tak semudah itu wkwkwk.

Makanan Pendamping fortifikasi/atau buatan pabrik yang sudah dilengkapi dengan kebutuhan makro dan mikronutrien yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi. Jadi , MPASI 'Instan' tentu aman buat bayi, makanan instan bayi tak sama dengan makanan instan dewasa. Aku juga nyobain pisang dan alpuket dikerok dikasihkan Shasha dikit, dilepeh juga heuheu. Nah kalau jeruk peras nyoba selalu abis, labu kuning dan sufornya Shasha suka cuma dimamam 2x, abis itu dia bosan juga sepeetinya. Kata temenku coba jagung manis campur labu kuning ini belum nyoba nih. Jadi PR-ku nih melatih makan Shasha 2 minggu ini dengan bubur bayi fortifikasi aja dulu. Semoga lancar dan aman baru nanti MPASI homemade, jika Shasha sudah pintah mengunyah dan menelan. Bayi sejak dalam kandungan sudah tahu rasa asam, manis pahit dan asin. Dan ketika lahir cenderung lebih suka rasa manis, bubur fortifikasi kandungan nutrisinya juga cukup menurutku sudah diteliti dan pas takaran buat bayi belajar makan.





Thursday, May 7, 2020

Menu MPASI Bayiku Sesuai Saran DSA

May 07, 2020 0 Comments


Kemarin konsul sama dr.Yesi di RS Sentra Medika untuk MPASI sekalian imunisasi, disarankan buat Shasha bubur bayi dulu (milna/promina atau merk apa saja boleh) selama 2 minggu dengan porsi 3 kali makan @125ml, 2 kali snack biskuit bayi (biskuit sun atau milna atau merk apa saja buat bayi). Kemudian lanjut 3 hari berturut-turut dengan menu tinggi kalori homemade seperti opor ayam, soto betawi, dan menu tinggi kalori selama 1 minggu. Kemarin 6 bulan kurang 6 hari berat badan Shasha 6.53 kg dan tinggi badan 64.4 cm. Kata dokternya pas 7 bulan bagusnya 7 kg. Bikin bubur MPASI-nya harus kental, pakai santan kara gak apa-apa plus ada daun salam sereh, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, garam gula. Karena bayi sejak dalam kandungan sudah terbiasa makan yang ibunya makan. Jadi jika terlalu encer atau hambar pasti akan dilepeh ma bayi. Berikut menu MPASI bayiku sesuai saran DSA/dokter spesialis anak.







Nah karena 5 hari lagi Shasha genap usianya 6 bulan, buat perkenalah dicobain 1 keping biskuit Sun rasa susu pisang dicampur 20 ml air matang, Shasha mayan suka walau masih ada yang dilepeh. Lalu dicoba juga promina beras merah plus kacang merah dengan takaran 1 sendok makan dicampur air matang 50 ml, mayan suka juga tetep masih ada yang dilepeh. Yang ketiga dicoba juga promina ayam brokoli keju mayam rada lahap mungkin karena gurih dengan takaran 1 sendok makan campur 50 ml air. Nah menurut DSA-nya Shasha bubur bayi harus kental jangan encer biar gak dilepeh ama bayinya. Aku cobain sesuai anjuran 125 ml air matang dicampur promina ayam brokoli keju, iya lahap awalnya, tetapi ketika konsistensi bubur jadi encer karena mamamnya lama, bayiku gak mau lagi hehe. Lalu aku cobain pure labu kuning dikukus, lalu diblender dan diseduh dengan air campur susu S26 sufornya Shasha, dia mayan lahap cuma abis setengah gelas, selalu ada sisanya heu. Dan aku coba kasih jeruk manis pakistan Shasha suka banget, sampai dicoba 3 hari selalu habis, cuma kata DSA-nya Shasha gak boleh banyak dan sering kalau buah dan sayur, karena metabolisme bayi akan membuang buah dan sayur itu belum bisa menyerap sepenuhnya. Yang bagus buat bayi 6 bulan banyak kalori, protein hewani dari daging sapi, daging ayam, hati ayam dan telur puyuh atau ayam dan ikan. Biar nambah berat badan dan sesuai metabolisme bayi. Buah sayur boleh buat perkenalan seminggu sekali.

Karena Shasha gak full ASI campur sufor S26 tahap 1 ketika usia seminggu sampai 6 bulan. Bahkan sejak usia 2 bulan malah full sufor, udah lupa puting, dan ASI-ku dikit bahkan gak keluar padahal sudah minum pelancar ASI, karena dari awal emang Shasha gak bisa nyusu langsung karena ada tounge tie ma lips tie, dan aku gak mau diinsisi, sepertinya gak parah karena Shasha bisa ngedot susu. Usia 6 bulan ini walau MPASI tetap minum sufor S26 tahap 2. Nah kalau kata dr.Yesi susu jangan dicampur menu makanan MPASI karena susu ya susu, makan ya makan. Betul juga sih secara logika bayi akan eneg, dan kata adikku juga yang sudah punya 2 balita memang begitu, jangan dicampur susu dan makanan.


Karena masih perkenalan baru sehari satu kali, besok genap 6 bulan harus ada cemilan biskuit bayi dan makan bubur bayinya sehari 3x, plus sesuai menu MPASI anjuran DSA. Semoga bayiku sehat selalu dan doyan makan apa saja gak pilih-pilih makanan. Kalau jeruk peras selalu habis tuh, giliran bubur bayi ma biskuit selalu ada sisa nih. Semoga besok- besok mah dihabiskan Shasha ya. Namanya baru belajar mengecap rasa dan mengunyah makanan bayiku heuheu.

Tips buat memberikan makanan pada bayi :
  • Jangan memberikan makanan dengan memaksa,
  • Suasana makan harus gembira dan penuh kasih sayang,
  • Jenis makanan baru mulai diberikan dengan jumlah sedikit, sampai bayi menerima, menyukai dan pandai mengunyah serta menelannya,
  • Makanan diberikan cukup sesuai umur dan berat badan, yaitu 3-4 kali,
  • Berikan lauk, sayur dan buah yang bervariasi serta beraneka ragam dengan nilai gizi tinggi,
  • Jangan lupa baca doa sebelum memberikan makanan pada bayi ya.