Thursday, August 6, 2020

Pantai Rancabuaya Pameungpeuk Garut

August 06, 2020 0 Comments

Wednesday, August 5, 2020

Tumbuh Kembang Bayiku

August 05, 2020 0 Comments

Putriku sekarang mau masuk 9 bulan usianya, tumbuh kembangnya Alhamdulillah normal. Cuma sempat kena gejala diare aja pas mau masuk 8 bulan. Jadi kemarin BB-nya tetap 7 kg 15 ons.
Putriku pintar sudah bisa bilang enggak, apa, mama, papa, tah, dede, teteh, oke, poko bonekanya, tepuk tangan, duduk, merangkak dan mau belajar berdiri.
 

Bayiku itu hobinya difoto, kalau ada kamera ponsel pasti dia berfose, waktu MPASI bayiku gak mau bubur fortifikasi, tapi bubur bikinan ibunya dia suka, lahap tapi porsinya kecil kalau menurut dsa-nya. Padahal lahap anaknya, nah pas gejala diare dan tumbuh gigi bawah 2 atas 1 bayiku gak mau makan sama sekali. Biskuit dan roti tawar dengan keju dikit dia mau. Kalau nasi dibenyek dengan saringan plus lauk yang kita makan dia mau cuma sedikit.


Nah usia 6 bulan sampai 9 bulan ini susunya sempat S-26 tahap 2 cuma abis 13 dus. Nah karena bayiku sudah makan bubur santan, entah kenapa sempat waktu itu pup terus, dan sembelit juga dan BB-nya naiknya dikit.


Akhirnya kita ortunya putuskan ganti S-26 promil gold yang kaleng ini, sudah mau 4 kaleng. Dan makannya lumayan lahap lagi walau porsi sedikit.


Waktu gejala diare hari pertama pup 9x dan kedua pupnya 5x, kata dsa-nya ganti susu free laktosa sementara, susunya S-26 free laktosa gak ada di apotek, toko susu dan supermarket, adanya online, kelamaan jadi aku putuskan sgm free laktosa ini acc dokter anak bayiku. Cuma 1 dus ini aja dihabiskan dan Alhamdulillah bayiku cocok juga sembuh.


Nah karena kemarin imunisasi influenza 2 sekalian kontrol tumbuh kembangnya. TB-nya 70 cm naik 1 cm, nah BB-nya tetap pas 8 bulan lebih 17 hari usianya 7 kg 15 ons. Dokter anaknya menyarankan minum susu nutricia infatrini ini, karena pas sakit gejala diare kemarin gak mau makan sama sekali. Buat memenuhi nutrisinya minum susu ini sehari 3x 125 ml sesuai anjuran dsa-nya, tetapi susu S-26 goldnya dilanjut juga. Kita beli ini 1 kaleng saja. Sufor yang bisa dikonsumai setiap saat dengan sufor dengan indikasi medis tertentu gak bisa dikonsumsi terus menerus. Rasanya galau kadang udah masak anaknya gak mau kita sedih, kalau anaknya lahap mah happy. Alhamdulillah sekarang mau makan lagi walau porsi dikit tapi sering.
Padahal bayiku itu tuh bongsor, baju buat balita usia 2 tahun saja sudah cukup pas di badannya padahal usia bayiku masuk 9 bulan. Yang penting dia ceria dan makin pinter, kalau masalah makan kita aja adakalanya gak nafsu makan.
Cuma ada PR nih kalau pas 9 bulan setengah usianya BB-nya gak naik kudu tes darah buat mastiin tidak kekurangan zat besi dan tes urine buat mastiin gak kena infeksi saluran kencing. Kalau dari gejalanya bayiku gak ada tanda kurang zat besi atau infeksi saluran kencing. Menurutku mungkin karena kita ortunya juga waktu kecil bahkan sekarang gak gemuk tapi langsing ya anaknya juga gak bakalan gemuk heu. Yang penting kan bayiku sesuai usianya BB-nya masih di batas normal, ceria aktif dan sesuai umurnya tumbuh kembang motorik dan sensoriknya. 




Tuesday, July 14, 2020

Ke Dokter Gigi Saat Pandemi

July 14, 2020 0 Comments

Sakit gigi di tengah pandemi covid ini memang gak enak ya, kalau saat normal dulu kita bebas dan bahkan bisa scaling karang gigi setiap 6 bulan sekali. Tapi disaat pandemi gini disarankan jika sakit swamedikasi dulu dengan obat pereda nyeri gigi misal parasetamol atau asam mefenamat. Merknya banyak boleh yang mana saja asal ketika beli di apotek sesuai dosis yang disarankan Apoteker ya.

Nah akhir Juni lalu aku sakit gigi ada seminggu, sudah minum obat pereda nyeri masih aja nyut-nyutan, sungguh menggangu aktivitas sebagai istri dan ibu untuk menjalankan tugas sehari-hari. Nah karena belum membaik plus selain nyeri gigi mulai nyeri kepala kuputuskan ke dokter gigi.


Kupilih RS Sentra Medika dekat rumah, biar anakku sama suamiku nunggu di mobil gak turun plus RS yang tidak merawat pasien covid, cuma disini bisa skrining covid. Dan dari hamil plus melahirkan dan imunisasi bayi disini karena bisa pakai Asuransi Astra Life.
Disini dokter pakai APD, nakesnya juga plus bagian admin pakai masker dan faceshiled.

Nah kemarin kukira sakit gigi akibat gigi yang bolong, pas awal hamil juga gini nyerinya cuma waktu itu harus rongsen, tetapi karena hamil gak boleh rongsen hanya diinjeksi di gusi dan dibersihkan karang gigi di bagian yang sakit. Kemarin juga gitu katanya selama pandemi gak boleh scaling semua bagian gigi, cuma mengobati bagian yang sakit saja. Ternyata kemarin radang gusi bukan gigi bolong. Akhirnya dikuretase gusi giginya plus dibersihkan sisa makanan di bagian yang sakit. Kuretase adalah proses teknik bedah peridontal, dengan menghilangkan granulasi inflamasi yang menempel pada poket peridontal. Di RS Sentra Medika juga menerapkan jaga jarak/social distancing baik tempat duduk ruang tunggu pasien, bahkan di lift.


Bayar hanya APD dokter gigi 100 ribu rupiah, kalau dokter anak biasanya 50 ribu rupiah. Dan dikasih resep cataflam 5 tablet buat pereda nyeri dan radangnya diminum sehabis makan sehari 2x, dan obat kumur Alloclair dimana abis kumur sebanyak 10 ml, jangan makan dan minum selama 1 jam. Total dicover asuransi 344 ribu rupiah. Buat kalian yang sakit gigi tapi takut ke dokter gigi saat pandemi, tenang saja InsyaAllah aman, pilih RS swasta jangan negeri (agar tidak ramai plus gak berdekatan dengan pasien covid), atau klinik gigi juga boleh, yang menerapkan protokol kesehatan. Cek suhu tubuh ketika masuk RS, kita wajib pakai masker, cuci tangan dulu sebelum dam sesudah dari RS, ganti baju dan mandi sehabis dari RS.


Thursday, July 9, 2020

Gejala Diare Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

July 09, 2020 0 Comments

Bayiku sekarang sudah mau 8 bulan kurang 3 hari, nah kemarin hari Selasa dia rewel, gak mau mamam, sama pupnya jadi sering sampai 9x plus ketika mandi pagi sampai pup di bak mandinya. Aku dari pagi curiga jangan-jangan kena diare. Padahal semua botol susu, peralatan makannya steril, abis dicuci sabun khusus botol dan perlengkapan bayi direndam air panas dulu di wadah, lalu dikeringkan. Begitu juga dengan mainannya suka dibersihkan jangan sampai ada debu, atau yang plastik dicuci dikeringkan. Tangannya juga dibersihkan kalau abis diemut, dan suka sikat gusi ma lidahnya takut ada jamur susu atau sisa buburnya setiap mandi pagi dan sore.
Nah tapi ada kebiasan putriku ini yaitu ngisap dan ngemut jari tangan bahkan kaki, sudah diimunisasi Rotavirus 2x ulangan kok masih kena diare ya pikirku. Ternyata kata dokter anak memang vaksin bisa mencegah, tapi tidak menjamin tidak kena. Dan jika kena pun tidak separah yang tanpa vaksin. Misal bayiku kemarin pup 9x, jika tanpa vaksin bisa sampai 29x sehari pupnya.
Dan memang fase bayi suka emut tangan dan kaki itu karena dia antusias, dan mengenali bagian tubuhnya begitu kata dokter anak bayiku.


Ini ada beberapa jenis warna pup bayi, kita bisa cek ketika minum sufor, ASI dan MPASI plus ketika diare.

Gejala bayi diare :
  • Gak ada nafsu makan,
  • Gak terlalu ceria terlihat lemas,
  • Konsistensi feses atau pupnya encer makin kesini ampasnya makin sedikit,
  • Sehabis minum susu dan mamam bubur pup lagi walau minum dan makanya dikit,
  • Rewel terutama bagian perut terlihat kesakitan,
  • Area seputar anus dan kemaluannya merah seperti lecet, dan ruam karena keseringan buang air besar, ketika kita cebokin pasti nangis kesakitan.
Gejala diare yang serius harus segera ke IGD:
  • Mata cekung,
  • Dehidrasi dan konsistensi buang air kecil makin jarang plus sedikit,
  • Lemas banget sampai lesu lunglai,
  • Demam dan muntah terus menerus plus buang air besar makin sering dan tak ada ampasnya.



Ketika aku kerja di Apotek dan Klinik dulu walau tahun 2008 dan 2009, aku masih ingat dokter anak suka meresepkan L Bio dan oralit. Sehingga ketika Selasa kemarin anakku seperti diare, aku cepat suruh suamiku ke apotek biar beli air mineral yang basa aku pilih pristine buat dimasukan ke dot, dan buat campuran bikin susu, L Bio 2 sachet, dan oralit 2 sachet. Aku minumkan ke anakku sehari 1 sachet, Selasa dan Rabu. Nah aku juga konsul via WA sama dokter anak bayiku memang sepertinya benar gejala diare, dokter anak juga menyarankan jangan cebokin dengan tisu basah karena ada alkohol nanti lecetnya tambah parah, lebih baik dengan air hangat pakai waslap bersih. Dan minum yang banyak, cuma bayiku sehabis minum susu dan bubur fortifikasi walau dikit, karena bubur nasi gak mau sama sekali, mesti pup gak lama setelah minum dan makan. Ooh iya jangan kasih bayi teh ya, kan kalau orang tua jaman dulu kasih teh pait saja kalau sakit perut, menurut dokter anak bayi di bawah 1 tahun belum boleh dikasih teh.

Hari Rabunya pagi ke siang masih pup 3x, akhirnya siangnya kita bawa ke dokter anak, karena aku khawatir terkena infeksi pencernaan. Dan selain gejala diare ternyata anakku gastroenteritis kata dokter anaknya. Untung kemarin aku sudah berusaha atasi gejala diarenya dengan tetap kasih minum air mineral pH basa plus L Bio dan oralit.


Resep obat gejala diare dan gastroenteritis putriku dari dokter anaknya adalah Lacto B yang mengandung bakteri baik untuk pencernaan sekaligus ada enzim pencernaan dan vitamin sehari 1 sachet. Lalu ada dehydralyte 1 botol untuk mencegah dehidrasi karena kemarin minum susu kurang dan gak mau makan, yang ini satu botol harus habis dalam sehari 24 jam, anakku abis dalam 2x minum di botol susunya. Lalu ada Orezink, bayi yang mengalami diare pasti kehilangan zat besi yang banyak makanya harus dikasih zinc, 2.5ml kalau aku dicampur susunya, ini harus dihabiskan selama 10 hari walau sudah membaik untuk mengganti zat besi yang hilang saat diare. Nah karena bayiku minumnya sufor yang mengandung laktosa kalau lagi diare gini harus ganti sementara dengan susu yang free laktosa kata dokter anaknya, karena sufor yang mengandung laktosa lagi diare bikin tambah melilit dan mules di perut bayi. Nah hari ini Kamis bayiku pupnya 2x pagi dan siang, mamam sudah mau sementara bubur fortifikasi saja biar gampang dicerna bayiku. Sufor free laktosa kemarin lumayan susah nyarinya, ya gak mungkin juga beli online karena harus egera diminum bayiku. Nyari di apotek, toko susu gak ada, merknya ada beberapa cuma gak ada semuanya, adanya morinaga NL tapi buat bayi 0-6 bulan aja di Carrefour, aku akhirnya pilih SGM LLM bebas laktosa saja, karena S26 dan Enfamil free laktosa gak ada. Karena S26 promil dari tahap 1 dan 2 plus gold, kalau dokternya mah nyaranin S26 free laktosa, biar gak ganti dan cocok, cuma karena gak ada SGM LLM yang buat diare plus free laktosa juga bayiku mau minum, plus kalau minum dehyralyte dan lacto b mau juga, dia mah minum obat gak susah, sanmol aja ditetes ke mulut mau, zinc camput susu karena pakai sendok takar 2.5ml takut dia gak mau akhirnya campur susu.
Salep buat lecet karena pup terus juga Myco Z efektif, 5x oles sehabis mandi dan ganti pempers 2 hari ini udah membaik gak lecet dan merah lagi.

Semoga bayiku sehat terus, karena selama ini hanya pernah pas usia seminggu di perina disinar semalem karena Bilirubin tinggi beda golongan darah, makanya dari ASI jadi sufor semenjak dirawat waktu itu. Dan pernah keseleo karena dia belajar merangkak dibawa ke emak paraji, dan setiap abis imunisasi gak pernah demam paling sedikit rewel karena nyeri aku kasih sanmol 0.5ml sampai 0.7ml acc dokter anak bayiku.

Memang suka galau kalau anak sakit mah, tetapi sebagai ibu kudu tetap berpikir jernih cari solusi plus berdoa tentunya. Bayiku itu disiplin kalau soal bobo ma mandi, mandi pagi jam 6 pagi, sore jam 3 sore, bobo abis Isya, bangun Subuh. Nah kalau kaya kemarin pas rewel karena dia sakit perut bobonya jam 10 malem plus maunya digendong sama aku terus. Jadi jika ada di luar kebiasaan dia aku curiga bayiku sakit dan memang benar begitu ternyata.
Namanya sakit ya kita udah hygienis bersih sedemikian rupa juga masih aja, apalagi sekarang kuman bakteri virus banyak. Apalagi jika kita tidak jaga kesehatan dan kebersihan ya. Tetap cuci tangan sehabis dan mau kasih makan atau susu, cuci tangan abis cebok. Kata orang tua dulu mah katanya mau pinter bayinya, ada benarnya juga biasanya bayi jadi bisa duduk dan merangkak, ambil positifnya saja habis ujian pasti ada kebahagiaan dan naik tingkat.





Friday, June 5, 2020

SIKM/Surat Ijin Keluar Masuk Saat Pandemi

June 05, 2020 0 Comments

Apa kabar semuanya, sudah hampir 3 bulan lebih ya kerja di rumah dan diam di rumah. Tentunya sedih belum bisa mudik, dan bebas kesana kemari seperti sebelum Pandemi. Ya bagaimana lagi kita semuanya harus bersabar dan mengikuti protokol kesehatan. Selain jika keluar rumah pakai masker, bawa hand sanitizer dan rajin cuci tangan, juga cepat ganti baju dan mandi jika dari luar rumah. 

Perusahaan suamiku termasuk yang kerja dari rumah. Tetapi perusahaan lainnya seperti perusahaan tempat adikku bekerja, adakalanya harus ke kantor dan dinas luar kota. Nah jika harus keluar dari kota tersebut harus membuat SIKM/Surat Ijin Keluar Masuk, seperti kemarin dari Karawang ke Cilegon. 


Tahapan bikin SIKM, jika domisili di Jakarta :
  • Surat pengantar dari ketua RT dan diketahui ketua RW setempat
  • Surat keterangan sehat bermaterai 
  • Surat pernyataan perjalanan dinas keluar Jabodetabek/ untuk perjalanan sekali
  • Surat keterangan  bekerja bagi pekerja yang tempat kerjanya berada diluar Jabodetabek/untuk perjalanan berulang
  • Surat keterangan memiliki usaha diluar Jabodetabek yang diketahui pejabat berwenang untuk perjalanan berulang
  • Pas foto berwarna 
  • Scan KTP/dipindai

Warga domisili DKI Jakarta tujuan luar Jabodetabek bisa mengajukan surat ijin keluar perjalanan sekali atau berulang.
Warga domisili DKI Jakarta tujuan ke wilayah Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) tidak perlu SIKM DKI Jakarta.



Domisili Non-Jabodetabek :
  • Surat keterangan dari kelurahan atau desa asal
  • Surat pernyataan sehat bermaterai
  • Surat keterangan bekerja di DKI Jakarta dari tempat kerja/untuk perjalanan berulang
  • Surat tugas/undangan dari instansi/perusahaan tempat bekerja di Jakarta
  • Surat jaminan bermaterai dari keluarga atau tempat kerja yang berada di Provinsi DKI Jakarta yang diketahui oleh Ketua RT setempat/untuk perjalanan sekali
  • Surat keterangan domisili tempat tinggal dari kelurahan di Jakarta untuk pemohon dengan alasan darurat
  • Pas foto berwarna
  • Scan KTP/dipindai

Warga domisili non-Jabodetabek tujuan DKI Jakarta bisa mengajukan surat ijin masuk DKI Jakarta perjalanan sekali dan berulang.
Warga domisili wilayah Bodetabek tidak memerlukan SIKM DKI Jakarta.
Domisili DKI Jakarta adalah tempat tinggal nyata baik ber-KTP Jakarta atau tidak ber-KTP Jakarta.
Wilayah Bodetabek adalah Bogor Kota, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan jangan lupa login ke https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta



Wednesday, May 13, 2020

Shasha Belajar MPASI-nya di usia 6 bulan

May 13, 2020 0 Comments

Shasha 6 bulan udah bisa duduk di kursi bayi, kalau mamam disini atau bouncer. MPASI sejak 6 bulan pas, tapi sejak 5 bulan setengah usianya memulai perkenalan sedikit sesuai takaran pada bubur fortifikasi. Karena kata adikku yang udah punya 2 balita kalau 6 bulan pas suka GTM anaknya, tetapi sesuai acc dokter anak ya. Kalau perkenalan gak setiap hari cuma sesekali, begitu udah 6 bulan pas baru sehari 3x.


Bubur bayi promina beras merah awal perkenalan makan Shasha satu sendok dengan 50ml air, tapi kesininya 2 sendok makan sampai bubur kental, banyak dilepehnya, tapi yang terakhir habis. Mami selang seling antara manis dan asin. Terus nyobain 1 keping biskuit Shasha masih dilepeh, 2 keping biskuit yang dilarutkan air matang juga masih diemut dan dilepeh ditelan dikit heuheu. Promina ayam brokoli keju awalnya mau dikit, kesininya ada yang dilepeh mungkin bosen kali ya.


Kentang 1 buah, brokoli 2 kuncup , buncis 1 batang, tahu setengah, baso daging sapi 1 tanpa msg dan pengawet, kaldu jamur dikit dan keju seperempat, bawang bombay 2 iris. Direbus kentang, brokoli dan buncis plus bawang bombaynya, lalu diblender sampai halus kaya bubur bayi dengan keju dan kaldu jamur. Segini bisa 3x makan, cuma Shasha hanya makan 2x pagi dan siang, sore dia gak mau heuheu. Ini nyobain aja maminya. Biar gak bosan bubur jadi.


Nah karena kata Dsa. Shasha plus logika mami juga kayanya lebih cocok 2 minggu pertama makanan bayi yang sudah jadi. Mami nyoba berbagai rasa dan merk makanan bayi 6 bulan. Promina pir jeruk pepaya  Shasha masih 1 atau 2 sendok makan campur air matang hingga kental, masih banyak dilepehnya pagi, kedua milna bayam hati ayam siangnya sama juga masih banyak dilepeh daripada ditelan. Besoknya nyoba bubur kacang hijau cerelac mau Shashanya cuma ada yang dilepeh. Siangnya promina daging sapi wortel. Kata mamahku juga yang penting anaknya sehat, dan Alhamdulillah tiap bulan Shasha naik BB dan TB-nya. Kontrol terkahir sekalian imunisasi 6.53kg dan 64.4cm.

Untuk MPASI Shasha selain sesuai saran dokter aku pun nyoba saran teman dan adikku yang punya 2 balita. Setiap anak pasti beda-beda prosesnya. Dan memang harus sabar, kita nanti bisa tahu apa kesukaan bayi kita dan makanan mana yang tidak dia sukai. Tentunya aku pun selain melatih Shasha mamam, juga tidak memaksa harus ini itu sesuai teori, karena prakteknya tak semudah itu wkwkwk.

Makanan Pendamping fortifikasi/atau buatan pabrik yang sudah dilengkapi dengan kebutuhan makro dan mikronutrien yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi. Jadi , MPASI 'Instan' tentu aman buat bayi, makanan instan bayi tak sama dengan makanan instan dewasa. Aku juga nyobain pisang dan alpuket dikerok dikasihkan Shasha dikit, dilepeh juga heuheu. Nah kalau jeruk peras nyoba selalu abis, labu kuning dan sufornya Shasha suka cuma dimamam 2x, abis itu dia bosan juga sepeetinya. Kata temenku coba jagung manis campur labu kuning ini belum nyoba nih. Jadi PR-ku nih melatih makan Shasha 2 minggu ini dengan bubur bayi fortifikasi aja dulu. Semoga lancar dan aman baru nanti MPASI homemade, jika Shasha sudah pintah mengunyah dan menelan. Bayi sejak dalam kandungan sudah tahu rasa asam, manis pahit dan asin. Dan ketika lahir cenderung lebih suka rasa manis, bubur fortifikasi kandungan nutrisinya juga cukup menurutku sudah diteliti dan pas takaran buat bayi belajar makan.





Thursday, May 7, 2020

Menu MPASI Bayiku Sesuai Saran DSA

May 07, 2020 2 Comments


Kemarin konsul sama dr.Yesi di RS Sentra Medika untuk MPASI sekalian imunisasi, disarankan buat Shasha bubur bayi dulu (milna/promina atau merk apa saja boleh) selama 2 minggu dengan porsi 3 kali makan @125ml, 2 kali snack biskuit bayi (biskuit sun atau milna atau merk apa saja buat bayi). Kemudian lanjut 3 hari berturut-turut dengan menu tinggi kalori homemade seperti opor ayam, soto betawi, dan menu tinggi kalori selama 1 minggu. Kemarin 6 bulan kurang 6 hari berat badan Shasha 6.53 kg dan tinggi badan 64.4 cm. Kata dokternya pas 7 bulan bagusnya 7 kg. Bikin bubur MPASI-nya harus kental, pakai santan kara gak apa-apa plus ada daun salam sereh, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, garam gula. Karena bayi sejak dalam kandungan sudah terbiasa makan yang ibunya makan. Jadi jika terlalu encer atau hambar pasti akan dilepeh ma bayi. Berikut menu MPASI bayiku sesuai saran DSA/dokter spesialis anak.







Nah karena 5 hari lagi Shasha genap usianya 6 bulan, buat perkenalah dicobain 1 keping biskuit Sun rasa susu pisang dicampur 20 ml air matang, Shasha mayan suka walau masih ada yang dilepeh. Lalu dicoba juga promina beras merah plus kacang merah dengan takaran 1 sendok makan dicampur air matang 50 ml, mayan suka juga tetep masih ada yang dilepeh. Yang ketiga dicoba juga promina ayam brokoli keju mayam rada lahap mungkin karena gurih dengan takaran 1 sendok makan campur 50 ml air. Nah menurut DSA-nya Shasha bubur bayi harus kental jangan encer biar gak dilepeh ama bayinya. Aku cobain sesuai anjuran 125 ml air matang dicampur promina ayam brokoli keju, iya lahap awalnya, tetapi ketika konsistensi bubur jadi encer karena mamamnya lama, bayiku gak mau lagi hehe. Lalu aku cobain pure labu kuning dikukus, lalu diblender dan diseduh dengan air campur susu S26 sufornya Shasha, dia mayan lahap cuma abis setengah gelas, selalu ada sisanya heu. Dan aku coba kasih jeruk manis pakistan Shasha suka banget, sampai dicoba 3 hari selalu habis, cuma kata DSA-nya Shasha gak boleh banyak dan sering kalau buah dan sayur, karena metabolisme bayi akan membuang buah dan sayur itu belum bisa menyerap sepenuhnya. Yang bagus buat bayi 6 bulan banyak kalori, protein hewani dari daging sapi, daging ayam, hati ayam dan telur puyuh atau ayam dan ikan. Biar nambah berat badan dan sesuai metabolisme bayi. Buah sayur boleh buat perkenalan seminggu sekali.

Karena Shasha gak full ASI campur sufor S26 tahap 1 ketika usia seminggu sampai 6 bulan. Bahkan sejak usia 2 bulan malah full sufor, udah lupa puting, dan ASI-ku dikit bahkan gak keluar padahal sudah minum pelancar ASI, karena dari awal emang Shasha gak bisa nyusu langsung karena ada tounge tie ma lips tie, dan aku gak mau diinsisi, sepertinya gak parah karena Shasha bisa ngedot susu. Usia 6 bulan ini walau MPASI tetap minum sufor S26 tahap 2. Nah kalau kata dr.Yesi susu jangan dicampur menu makanan MPASI karena susu ya susu, makan ya makan. Betul juga sih secara logika bayi akan eneg, dan kata adikku juga yang sudah punya 2 balita memang begitu, jangan dicampur susu dan makanan.


Karena masih perkenalan baru sehari satu kali, besok genap 6 bulan harus ada cemilan biskuit bayi dan makan bubur bayinya sehari 3x, plus sesuai menu MPASI anjuran DSA. Semoga bayiku sehat selalu dan doyan makan apa saja gak pilih-pilih makanan. Kalau jeruk peras selalu habis tuh, giliran bubur bayi ma biskuit selalu ada sisa nih. Semoga besok- besok mah dihabiskan Shasha ya. Namanya baru belajar mengecap rasa dan mengunyah makanan bayiku heuheu.

Tips buat memberikan makanan pada bayi :
  • Jangan memberikan makanan dengan memaksa,
  • Suasana makan harus gembira dan penuh kasih sayang,
  • Jenis makanan baru mulai diberikan dengan jumlah sedikit, sampai bayi menerima, menyukai dan pandai mengunyah serta menelannya,
  • Makanan diberikan cukup sesuai umur dan berat badan, yaitu 3-4 kali,
  • Berikan lauk, sayur dan buah yang bervariasi serta beraneka ragam dengan nilai gizi tinggi,
  • Jangan lupa baca doa sebelum memberikan makanan pada bayi ya.