Operasi katarak di rsi sultan agung dengan bpjs

Waktu hari senin kemarin bapak mertuaku operasi katarak di rumah sakit islam sultan agung semarang, domisili bapak di ponorogo, sebelumnya minta rujukan dari rumah sakit harjono ponorogo.

Rentetan surat rujukan lumayan panjang, pertama minta rujukan dari dokter askes atau bpjs yang tertera di kartunya, selanjutnya minta rujukan dokter rumah sakit harjono yang dokter mata dan rumah sakitnya, ada lagi surat rujukan bpjs ponorogo ke bpjs semarang (nah surat ini waktu kemarin kurang).

Proses mau operasi juga lumayan abis waktu seharian, berangkat dari rumah jam setengah 6 pagi, lewat tol nyampe sana jam 6 pagi.

Naik ke lantai 2 bagian eye center, ternyata sudah banyak yang antri, berkas kelengkapan fotokopi 2rangkap masing2 ktp, kartu askes/bpjs, surat rujukan 3 dari dokter mata, rs ponorogo dan bpjs ponorogo, jadi totalnya 5lembar x rangkap 2 jadi 10 lembar.



Disini setelah dipanggil berkas dikasih nomer antrian untuk selanjutnya di loket 1 dientri data dan diperiksa kelengkapan data juga konfirmasi pihak rs sultan agung ke bpjs semarang dan ponorogo karena kalau gak ditanggung bayar biaya operasi tunai 8juta 500ribu rupiah untuk satu mata dan lensa yang bagus 750ribu rupiah, lumayan kan heu.
Kalau ditanggung bpjs biaya operasi saja 8juta 500ribu rupiah, tapi lensa yang standar gratis,tetapi jika memilih lensa yang bagus bayar lensa 750 ribu rupiah saja untuk 1 mata.
Operasi tidak bisa sekaligus 2 mata karena yang ditanggung bpjs satu mata untuk satu waktu tindakan, kata bagian loket 1.
Di loket 1 kita kurang syarat rujukan yang dari bpjs ponorogo ke bpjs semarang,tetapi karena jauh untuk kali ini acc tapi jika operasi satu mata lagi persyaratan harus dilengkapi, padahal sebelumnya kita sudah nunjukin fotokopi berkas dan katanya sudah lengkap di bagian penumpukan berkas.

Akhirnya dari jam 6 antri dapet no.6 untuk ke loket 1, setelah beres di loket 1 dapet no.antrian 12 untuk periksa di ruang 1, terus waktu loket 1 disuruh milih dokter, kita milih dokter Harka laki2, yang lainnya dokternya perempuan semua.

Waktu periksa dari satu ruangan ke ruangan lainnya lumayan agak lama, bapak periksa ruang 1 dulu, terus ruang 6 periksa langsung sama dokternya boleh didampingi keluarga, lanjut ruang 2, ruang 1 dan 2 hanya pasien yang boleh masuk, terakhir di ruang 3 untuk tanda tangan persetujuan operasi, suamiku sebagai anaknya bertanggungjawab tandatangan dan bapak sebagai pasien juga harus tanda tangan, untuk selanjutnya ke ruangan karantina sterilisasi dan nunggu giliran operasi. Dari jam 6 pagi pe jam 10 pagi proses ini kami lalui.

2minggu berlalu tibalah kontrol mata kiri, dan ternyata dokter menganjurkan untuk operasi katarak mata yang kanan juga karena sudah matang.
Dan betul selama ada label kontrol dari dokter pasien masih bisa menggunakan rujukan sebelumnya, betul kata mas yang di front office waktu memperlihatkan berkas dulu.
Oalah dalah tiwas balik lagi ponorogo mesake mertua bulak balik, tetapi ambil hikmahnya saja bisa terapi kaki dulu disana.
Proses dan prosedur operasi mata kanan sama seperti operasi mata kiri dulu, ditanggung BPJS juga dan hanya bayar lensa 750ribu rupiah.



Setelah jam 10 itu bapak masuk ruangan ini tidak keluar2 lagi, sampe akhirnya setengah 4 sore baru keluar, kok batinku lebih cepetan dokter perempuan pasiennya sudah pada keluar.

Sebelum jam 10 itu disela menunggu periksa itu sarapan dulu dengan menu ayam goreng tepung ama nasi seporsi 14 ribu rupiah di cafetaria karena daerah rs sultan agung agak susah cari makan di luar rs, cafetaria pun laris manis.


Akhirnya proses yang memakan waktu 9jam itu beres juga operasi katarak mata sebelah kiri bapak.
Perban boleh dibuka setelah 3jam tepatnya jam 7malam, setelah itu boleh dibuka dan ditetesi obat mata 3jenis untuk anti nyeri, anti infeksi dan antibiotik masing2 satu tetes tiap 2 jam sekali selama 24jam.
Untuk mata yang kanan pun sama dikasih obatnya dan perlakuan perawatannya.

Besoknya selasa disuruh kontrol, dateng jam 7 seperempat kebagian no.14, seperti biasa kasih berkas rujukan serta ktp dan kartu bpjs masing2 2rangkap lagi ke bagian penumpukan berkas lalu ke loket 1 lagi, dan kemudian periksa di ruang 1 dan ruang 6 periksa dengan dokter harka, dokter harka kadang meninggalkan ruangan dulu jika harus operasi lasik atau ada pasien gawat karena kecelakaan mesti operasi saat itu juga, waktu kontrol tidak bayar lagi dan hanya dikasih obat tablet natrium diklofenak untuk nyeri.

Dari nunggu setengah 8 pagi kontrol beres jam 10 pagi.
Untuk selanjutnya obat tetes mata kemarin dilanjut tiap 3jam sekali dari jam 7 pagi sampe 7 malem alias 12jam sehari sampai obat tetes mata habis juga tabletnya harus dihabiskan, selanjutnya nunggu kontrol selasa minggu depan.

Tiap kali kontrol harus bawa fotokopi masing2 2 rangkap.
Bapakku tidak disuruh pakai kacamata hitam, cuma manti di akhir kontrol harus ganti kacamata, entahlah apakah yang harus pakai itu yang operasi lasik atau lensa standar yang gratis.
Karena ini pakai lensa yang bayar 750ribu yang bagus.
Melihat pasien lainnya juga ada yang harus pakai kacamata hitam dan ada yang tidak.



Komentar

  1. Wah ternyata BPJS bermanfaat sekali ya vit...semoga bapak mertua cepat pulih vit aamiin

    BalasHapus
  2. Di RS Agung Jakarta lensanya byr 2 jt😕

    BalasHapus
  3. Di RS Agung Jakarta lensanya byr 2 jt😕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya di semarang mah cuma 1,5 juta buat mata kiri kanan 2 lensa mbak 😊

      Hapus
  4. Terus skg gmna mba hasil operasi katarak dengan bpjs apakah mata bapak mb.vita udah kembali normal? Sya may operasiin bpk sya jg.tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sudah mbak Alhamdulillah sudah jelas kembali penglihatannya, hanya sering ditetes cendo augentonic aja sesuai saran dokter mata waktu itu 😊, bagus kok hasilnya

      Hapus
  5. Alhamdulillah klo begitu krna bapak sya ragu klo bpjs takutnya jd tmbah parah atau gmna krna rumor pelayanan utk yg bpjs dinomorsekiankan.tp utk operasi biaya sndiri dana msih kurang.trimakasih atas responya mb.vita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak, dan semoga operasi bapaknya lancar ya 😊

      Hapus
  6. Itu kualitas lensa bisa tahan selamanya apa bbrapa tahun kmudian harus diganti lagi. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah gak tau kalau kekuatan lensanya tahan berapa tahun, dokter matanya juga tidak memberi tahukan dan saya pun lupa tanya waktu itu

      Hapus
  7. itu beneran harus rujukan 3 dokter mata? sya dah dapat rujukan dari 1 dokter mata.masa harus cari 2 dokter lagi? thx

    BalasHapus
    Balasan



    1. Rujukannya hanya dari dokter faskes tingkat 1 ama dokter mata aja kok

      Hapus
  8. Eye Center RSI Sultan Agung memang masih the best yaaa..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup

Postingan populer dari blog ini

Miss Pink Kitty Cafe and Shop Semarang

Delman resto semarang