Friday, December 1, 2017

Kilas balik pernikahanku 9 tahun lalu dengan prosesi adat sunda


Alhamdulillah tidak terasa pernikahanku sudah akan memasuki angka 9, tepatnya 20 Desember nanti,  dulu tanggal ini dipilih karena hari Sabtu libur, waktu itu ortuku masih dinas sebagai PNS belum pensiun, dan tanggal 22 Desember ultahku. 
Yah pertemuan kita singkat kenal tahun 2006 waktu kuliah profesi di Bandung,  kedua ortu kita dipertemukan di hotel Muria Semarang Juni 2008, menikah di gedung Sasakadana Garut. 


Jumatnya tanggal 19 Desember 2008, pengajian dulu dilaksanakn biar berkah, dan acara besoknya lancar, dengan mengaji, solawat, dan tausyiah oleh ustadzah, tetangga dan kerabat dekat diundang.

Tausyiah tentang keutamaan menikah, dan kewajiban juga hak suami istri dalam aturan Islam.

Pada acara pengajian tamu yang hadir dikasih buku pandun doa dan apa yang yang harus dibaca saat pengajian berlangsung juga ada air berisi bunga-bunga untuk dipakai mandi oleh calon pengantin pria dan wanita. Biar air itu dipake mandi setelah ada doa banyak dari ortu, kerabat dan tamu yang hadir.
Waktu itu atas saran para sesepuh dan ortu siraman ditiadakan jadi mandi sendiri-sendiri aja pakai air bunga yang sudah didoain tadi, biar mencrang atau manglingi katanya.

Sebelumnya juga kita disunahkan puasa senin kamis biar aura pengantin keluar dan barokah.
Para tamu dan kerabat disuguhi cemilan dan nasi beserta lauk pauknya.


Hari H tiba, pengantin pria beserta keluarga sudah menginap di hotel Sasakadana, yang letaknya dekat dengan gedung tempat ijab kabul.

Ada acara mapag panganten oleh ki lengser dan tari merak, serta pengalungan bunga kepada penganten pria oleh ibu pengantin wanita.

Filosofinya Ki Lengser adalah panutan dan panduan di tengah masyarakat sunda, sebagai utusan dari Raja Pasundan, dengan gaya unik, khas dan lucu juga sederhana tapi bijaksana, juga tokoh yang dituakan.
Ki lengser memalai ikat kepala, baju pangsi hitam, berjanggut putih dan pakai asesoris kalung dan gelang kayu.

Filosofi Tari Merak, yang menari gadis-gadis yang luwes mengekspresikan  kehidupan burung merak, puncaknya gerakan burung merak mengibas-ngibaskan bulu indahnya untuk menarik hasrat bercinta burung merak betina.

Dan ada pagar bagus dalam prosesi ini memayungi pengantin pria dan mengawal ki lengser juga para penari, iringan pengantin pria juga membawa kerabat beserta seserahan untuk pengantin wanita. Seserahan harus Sapangadeg alias dari alat mandi, kosmetik, tas, sepatu, baju sampai pakaian dalam wanita, emas kawin, cincin kawin dan uang serta seperangkat alat solat juga buah-buahan dan kue manis, juga kain samping/jarik dan sutera khas Garut.
Yang artinya pihak calon pengantin pria sudah siap untuk menikah dan menafkahi istrinya kelak.

Dan ibu dari calon pengantin wanita mengalungkan bunga ke calon pengantin pria, tandanya sudah diterima oleh pihak keluarga wanita.

Prosesi adat sunda dan hiburan ini merupakan kado dari paman dan bibiku adik dari bapakku.



Dan kemudian ada prosesi serah terima uang dari ibu pihak pria kepada ibu pihak wanita, sebagai simbol bahwa kedua keluarga membaur dan untuk membantu biaya pernikahan.
Waktu itu ortuku mengeluarkan biaya 25 jutaan, dan dari ortu suamiku kasih 10 juta rupiah.
Mengenai bugdet disesuaikan antara kedua pihak keluarga ya biar sama-sama enak.
Ini semua untuk sewa gedung, penginapan, baju akad dan resepsi pengantin, pager ayu dan bagus, rias pengantin, jamuan makanan prasmanan dari makan nasi beserta lauk pauknya sup, sate, gurame asam manis, hingga makanan ringan bakso, es krim, puding dan buah juga air mineral tentunya, dekor ruangan gedung dan pernak perniknya dll.
Dan tentu saja untuk foto dan videografi, yah ini juga penting karena dokumentasi momen yang abadi bisa dikenang sepanjang masa, buat cerita anak cucu kelak.

Lalu calon pengantin wanita dipanggil keluar, dan pihak lelaki dipersilahkan duduk, dari pihak pria menyampaikan maksud tujuannya datang, dan dari pihak perempuan menyambutnya.
Lalu dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Quran beserta artinya oleh para pihak yang sudah dipasrahi tugasnya.
Dan ada nasehat dari ulama setempat sekaligus dari KUA untuk dua orang calon pengantin.


Ooh iya dalam menikah uang ipekah atau untuk urus KUA harus dari pihak pria, waktu itu suamiku kasih aku 15 juta, untuk beli seserahan, urus KUA, emas kawin 33 gram emas kuning dan putih (2set perhiasan terdiri dari anting, cincin, kalung dan liontinnya, gelang), cincin kawin sepasang emas putih  11 gram.
Ini pun terserah mempelai ya, kalau suamiku milih karena 33 gram itu seperti untaian tasbih, biar kita ingat Alloh terus sehingga pernikahan barokah, 33 plus 11 jadi 44, simbolnya jika dibagi 2 jadi 22, artinya, pernikahan ini juga hadiah cintanya buat ultahku di tanggal 22 yang tinggal 2 hari lagi.
Alhamdulillah pelafalan ijab kabul hanya sekali satu tarikan nafas dan sah di mata para saksi, bahagia campur haru, dan semua tersenyum bahagia.
Memang ketika ijab kabul itu malaikat pun hadir, itulah berkahnya menikah.



Di usiaku yang ke 27 dan suamiku 28 tahun lebih, kami sah menjadi sepasang suami istri, ijab kabul antara bapakku dan suamiku, menyiratkan tanggung jawab terhadapku dari bapakku diambil alih oleh suamiku.
Pernikahan itu suci dan kelak pun semoga sesurga di akhirat, Aamiin.



Nah berikutnya adalah prosesi Kadeudeuh, suapan terakhir dari ortu masing-masing, menyiratkan kesetiaan, kejujuran, seiya sekata, sapapait samamanis (dalam bahagia dan duka), sareundeuk saigel (harmonis), ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salebak (setelah menikah jadi nambah rezeki, nambah keluarga, karena dua keluarga jadi satu, dua insan jadi satu), sauyunan ( jangan berantem atau cek cok mulut suami istri kudu akur ayem tentrem).

Sungkeman, tanda bahwa baik ortu kandung atau mertua sama-sama harus dihormati dan disayangi seperti orang tua sendiri.



Prosesi selanjutnya adalah Meuleum Harupat, acara membakar lidi oleh kedua mempelai, dan secepat mungkin api di lidi dipadamkan dicelupkan ke kendi berisi air, lalu dipecahkan bersama.
Artinya baik suami atau istri emosi selama berumah tangga, haruslah segera diredakan, dan diselesaikan berdua baik menghadapi kesulitan harus disikapi dengan hati yang dingin jangan emosi yang bisa merusak rumah tangga. Dan jika mendapatkan kebahagiaan jangan tergoda oleh pihak lain yang bisa merusak rumah tangga.

Kalau prosesi nincak endog ditiadakan karena para sesepuh di keluarga berpendapat takutnya mubazir karena telur masih bisa dimakan, dan mencuci kaki suami pun ditiadakan, karena dalam Islam asal istri sesuai syariat Islam posisinya sederajat, kan tulang rusuk posisinya sejajar, jadi suami jangan seenaknya pada istri, demikian sebaliknya.

Prosesi Saweran mengandung makna kemakmuran dan kesejahteraan,  dengan menyawerkan uang logam, beras yang diberi warna dari kunyit dan permen simbol dari manisnya rumah tangga.


Yang berikutnya adalah Huap Lingkung dan Tarik Bakakak Hayam, artinya saling mendukung dan menunjang dalam usaha menjemput rezeki dan menggunakan rezeki berdua dalam rumah tangga.

Dalam menyuapi artinya siap lahir batin menafkahi istri lahir batin, juga suapan ortu masing-masing artinya sah baik anak kandung dan menantu sama seperti anak sendiri.

Tarikan ayam yang dibakar ini filosofinya jika bagian yang ditarik lebih besar suami, istri sebagian, bakalan banyak rezeki mengalir lewat suami daripada istrinya, begitupun sebaliknya, tetapi lewat siapa jalan rezeki nantinya, itulah rezeki berdua suami istri dan anaknya juga keluarganya.



Alhamdulillah  9 tahun pernikahan kami bahagia, walaupun masih terus berdoa untuk menunggu hadirnya buah hati, setelah ikhtiar dilakukan tentunya, harus tawakal. Barang seserahan dan emas kawin harus dipakai selama keseharian, tandanya rasa syukur kepada pemberian suami, ada beberapa baju yang sudah dihibahkan karena daku gendut sekarang heuheu, kalau perhiasaan yang sempit bisa ditukar tambah jadi yang besar ukurannya, kecuali cincin kawin disimpan, dan ada baju sutera yang disimpan untuk kenangan.

Setelah beres serangkaian prosesi adat dan akad nikah, acara dilanjutkan dengan resepsi, para tamu undangan dan kerabat bersalaman dengan kedua mempelai dan berfoto bersama, juga diiringi musik electon dengan lagu pop hits taun 2008, dan dipersilahkan menikmati prasmanan hidangan dari makanan berat, ringan sampai kudapan, serta minuman segar. 


Kenapa foto pernikahan posisi ortunya dituker, karena biar gak kaku antara menantu dan mertua, sudah seharusnya menantu dan mertua diperlakukan sama layaknya anak dan ortu kandung.


Foto bersama nenek dan almarhum kakekku, dan keluarga besar dari pihak mamahku.


Foto bersama keluarga besar dari pihak bapakku.


Foto keluarga bersama keluarga suamiku, yang datang hanya satu mobil waktu itu .

Inilah kilas balik akad dan resepsi pernikahanku 9 taun lalu, tak ada ngunduh mantu, karena jauh antara Garut Ponorogo, dan sanak saudara harus kembali bekerja dari cutinya yang dari Bandung, Lampung, demikian dengan ortu dan bumerku yang belum pensiun waktu itu, dan suamiku cutinya abis hehe, tak ada honeymoon khusus, tapi udah sering honeymoon dadakan baik dari kita sendiri atau hadiah, yaitu umroh dan ke thailand, nanti april aja honeymoonnya ke penang.
Eh tiap hari, minggu, bulan juga kita mah honeymoon terus wkwkk.
Dan genap berdomisili di Semarang 9 taun ini, dari cuma bawa barang seserahan plus kado, dari handuk, seprei, mukena, sampai radio, tv dan kompor gas kita bawa pakai kereta lalu taksi 1 januari 2009 lalu hahaha. Syukur tiada henti atas semua nikmat yang Alloh berikan, rumah, kendaraan dll, terutama nikmat masih bisa solat, ngaji dan sedekah, dan telfonan sama ortu, dan keluarga besar itu merupakan nikmat kuar biasa dalam hidupku.

Ada beberapa foto dengan tetangga, teman, kerabat lainnya gak diposting disini kebanyakan hehe, sebagai ucap syukur, dan semoga di anniversary yang ke 10 sudah bisa cerita tentang anakku ya, Aamin.
Usia 36 kelahiran di tanggal 22 besok, dan usia ke 9 pernikahan tanggal 20 besok, semoga hoki giliranku dapat hadiah terindah momong anak kandung sendiri yang lucu, sempurna lahir batin Aamiin.







13 comments:

  1. Tak terasa udh 9 tahun aja ya mbak.

    ReplyDelete
  2. Nyicil ngucapin selamat ya mba Vita.. Alhamdulillah sdh hampir 9 th.. Semoga bahagia selalu.. Aamiin..

    ReplyDelete
  3. Nikahnya duluan aku beberapa bulan mba. Aku agustus 2008.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama dong udah 9 taun, tos dulu ah 😀

      Delete
  4. Aamiin YRA *doa untuk kalimat terakhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nuhun mbak wuri udah ikut mengaminkan 😊

      Delete
  5. Semoga pernikahannya selalu diberkahi Allah sampai kapanpun... Aamiin

    Ikut seneng bacanya. Berasa liat prosesi pernikahan aslinya di Garut 9 tahun lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Alhamdulillah,nuhun mbak dila 😊

      Delete
  6. Boleh dong saat di Brebes nanti kita diskusi terkait MANGROGUPAK, KALITOMANG, dan CIMANGMLAYU….
    Terima kasih.
    http://hanaguci.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf sayangnya saya dan suami batal ikut ke brebes coz mertua sakit, jadi kita harus ke ponorogo mas

      Delete
  7. Semoga langgeng selalu ya Mbak Vita, amin :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup