7 Kuliner Khas Semarang yang Bisa Kamu Jadikan Oleh-oleh

Semarang merupakan kota terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Selama beberapa tahun terakhir ini, Kota Semarang giat melakukan pembenahan sehingga penampilan kotanya pun tampak lebih indah. Hal ini bisa terlihat dari semakin banyaknya jumlah penginapan yang berdiri untuk memenuhi kebutuhan akomodasi para wisatawan. Kondisi tersebut juga diperkuat oleh hadirnya berbagai jenis oleh-oleh untuk kamu bawa pulang, salah satunya adalah kuliner. Selama ini, kebanyakan dari kamu mungkin hanya familiar dengan lumpia khas Semarang. Tapi ternyata kota ini memiliki segudang jajanan lain yang bisa kamu jadikan oleh-oleh!
Lumpia Semarang


Mari bahas dari yang paling populer terlebih dulu! Merupakan perpaduan kuliner Tiongkok dan Indonesia, konon Lumpia Semarang awalnya dibuat oleh pasangan bernama Tjoa Thay Yoe dari Tiongkok dan Mbak Wasih. Secara umum, ada dua jenis Lumpia Semarang yang bisa kamu beli sebagai oleh-oleh, yaitu lumpia kering dan lumpia basah. Perbedaannya hanya terletak pada jenis kulit lumpianya, kok. Sementara itu, varian rasanya cukup beragam, mulai dari kepiting, ikan kakap, kambing jantan muda, bahkan jamur dan kacang mede. Ada banyak tempat yang bisa kamu datangi untuk membeli Lumpia Semarang, tapi sebaiknya kamu langsung beli di Gang Lombok, Kawasan Pecinan, di mana lumpia ini diciptakan, baca juga lunpia Delight.
Moaci Gemini
Sekilas, panganan satu ini terlihat seperti onde-onde karena bentuknya yang bulat dan tertutup oleh lapisan wijen. Tapi, berbeda dari onde-onde yang isinya berupa kacang hijau, Moaci Gemini terbuat dari adonan tepung ketan yang di dalamnya diisi dengan campuran kacang cincang dan gula. Ketika digigit, rasa kenyal dan manisnya akan langsung terasa di dalam mulut kamu. Biasanya, orang-orang membeli Moaci Gemini di Jalan Kentangan Barat 101. Di kawasan ini juga terdapat beberapa hotel murah di Semarang yang bisa kamu inapi. Harga satu dus Moaci Gemini, yang berisi 25 biji, adalah sebesar Rp 44.500.
Roti Brilliant
Tidak hanya memiliki rasa yang enak, legit, dan tidak eneg saat dimakan, Roti Brilliant juga bisa bertahan hingga dua bulan tanpa bahan pengawet. Hal ini disebabkan oleh proses pengepakan roti yang menerapkan sistem vakum. Dengan dimasak menggunakan resep asli, Roti Brilliant hadir dalam berbagai varian rasa, seperti cokelat, keju, kismis, almond, dan cappuccino. Kalau tertarik untuk membelinya sebagai oleh-oleh, kamu bisa langsung meluncur ke Istana Brilliant yang berlokasi di kawasan Jalan Simpang Lima. Cukup strategis, kan?
Tahu Bakso

Kalau kamu bukan termasuk penggemar makanan manis, tahu bakso bisa menjadi oleh-oleh yang pas untuk kamu bawa pulang dari Semarang. Ada dua jenis tahu bakso yang bisa kamu temukan, yakni tahu bakso goreng dan tahu bakso rebus. Konon, usaha oleh-oleh tahu bakso khas Semarang ini pertama kali dirintis pada tahun 1955 oleh seorang warga Ungaran bernama Bu Pudji. Saat itu, ia menjajakan tahu bakso dengan berkeliling di beberapa perkantoran Ungaran dan Semarang. Sejak itulah bisnis tersebut berkembang pesat hingga kemudian banyak orang ikut mencoba. Tahu bakso ini bisa banyak kamu temukan di kawasan Jalan Pandanaran.
Lontong Spekkoek Waiki
Lontong satu ini bukan lontong yang biasanya kamu temukan saat makan makanan berkuah. Sebenarnya, Lontong Spekkoek Waiki merupakan sebuah kue lapis legit, tapi dikemas dalam bentuk lontong. Sekilas, tampilannya juga akan mengingatkanmu dengan kue roll. Sesuai jenis kuenya, Lontong Spekkoek Waiki memiliki cita rasa yang manis dan lembut saat dikunyah. Kamu bisa membeli Lontong Spekkoek Waiki sebagai oleh-oleh di Jalan Senjoyo 2 No. 1. Umumnya, satu Lontong Spekkoek Waiki diberi harga sekitar Rp 18.000. Cukup ramah kantong, kan?
Roti Ganjel Rel
Kuliner satu ini disebut sebagai Roti Ganjel Rel karena bentuknya yang besar mirip seperti bantalan rel kereta api. Memiliki tekstur yang cukup keras dengan didominasi oleh warna cokelat, roti ganjel rel ini dibuat dari adonan tepung tapioka, air nira, santan, gula, serta kayu manis sebagai penyedap rasa. Pada bagian luarnya, Roti Ganjel Rel ditaburi oleh wijen untuk menyempurnakan rasa lezatnya. Meski teksturnya agak keras, roti satu ini sama sekali tidak susah untuk dikunyah kok. Biasanya, Roti Ganjel Rel dijadikan sajian wajib saat acara pawai menjelang bulan puasa Ramadan. Jadi memang agak susah menemukannya saat hari biasa. Tapi untungnya ada pusat oleh-oleh di kawasan Jalan Pandanaran yang selalu menyediakan Roti Ganjel Rel sebagai oleh-oleh.
Kue Sarang Madu
Kamu tidak suka makanan yang terlalu manis maupun asin? Kalau iya, maka kue sarang madu ini cocok kamu jadikan oleh-oleh dari Semarang. Bahkan biasanya orang-orang juga sengaja membeli kue ini untuk teman makan di perjalanan. Kue sarang madu terbuat dari santan yang dicampur dengan tepung beras dan gula. Mengingat teksturnya yang mudah hancur, kamu perlu ekstra hari-hati saat membawanya pulang sebagai oleh-oleh. Jangan sampai ditumpuk dengan barang-barang berat lainnya. Umumnya, satu dus kue sarang madu diberi harga sekitar Rp 28.000.

Sebagai saran, agar bisa puas membeli oleh-oleh di atas tanpa bangkrut, sebaiknya kamu menginap di salah satu hotel murah di Semarang. Jadi, kamu tak perlu cemas memikirkan kondisi dompet saat membeli oleh-oleh maupun jalan-jalan.
Sekarang ada oleh-oleh masa kini juga loh Semarang Thal Cake.
Jalan-jalan ke Semarang yuk yang kaya akan kulinernya.

Komentar

  1. Makin banyak oleh2 Semarang ya, semuanya enak dan gak mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Wati enak dan terjangkau harganya 😊

      Hapus
  2. Belum pernah cobain lontong spekkoek waiki..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak kok mbak din, aku suka, banyak di toko oleh-oleh, bungkusnya daun pisang kaya lontong, tapi manis enak 😊

      Hapus
  3. Walau belum niat beli oleh-ol3h, kayaknya perlu dicobain semua nieh mba... kayakna enak dan bakalan bikin nagih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak kok mbak beneran ini mah 😊

      Hapus
  4. Tahu gimbal nggk masuk ya mbak? aku waktu kesana dulu diajak makan tahu gimbal, katanya juga khas Semarang. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahu gimbal kategorinya kuliner khas semarang mbak, ini pan oleh-oleh yang bisa dibawa keluar kota semarang judulnya 😀😊

      Hapus
  5. Balasan
    1. Boleh beli di toko oleh oleh Semarang, ada lunpia delight, lunpia express ama lunpia mataram

      Hapus
  6. Jadi kangen makan lunpia nih.. Ini baru yang asli produk lokal ya mbak, belum yang produk pendatang yang makin menjamur seperti wingkorolls, thalcake, dll..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak ririt produk lokal masih banyak penggemarnya kok lunpia, wingko dan tahu baso, kue kekinian banyak peminatnya juga terutama di kalangan kawula muda, lunpia delight enak 😊

      Hapus
  7. Mbak,, bandengnya jangan lupa.
    Kalo buat keluarga aku ada juga pia yong yen yang belinya di area pecinan, jadi favorit karena tanpa telur dan susu. Hehehe.

    BalasHapus
  8. Nyenengin ya klo ke Semarang, penganannya banyaaakkkk

    BalasHapus
  9. Satu lagi, thalcake hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum mbak dew kan udah kusebut juga dan internal link 😊

      Hapus
  10. Halli Mbak Vita, aku tahu blognya dari mbak Wahyu, wah makanan khas semarang...bakso tahu itu bikin kangen banget,,,kenyil-kenyil,,, tapi kalau dibawa buat oleh-oleh untuk perjalanan jauh, gimana ya biar ga busuk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak, cobain pakai pesona JNE mbak, adikku pernah kirim pempek dari Palembang langsung nyampe sehari ke Semarang 😊, kalau mobil pribadi langsung beli di tokonya gak usah simpan dulu di kulkas ntar malah rasanya berubah

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup

Postingan populer dari blog ini

Operasi katarak di rsi sultan agung dengan bpjs

Delman resto semarang

Miss Pink Kitty Cafe and Shop Semarang