Sunday, March 8, 2020

Mutasi Mobil Dari Plat H ke Plat T


Dulu pertama kali punya mobil itu tahun 2011 starlet 1997, beli dari temannya Bapakku Rp 51.600.000, mobil ini dijual laku Rp 53.000.000, tapi rugi turun mesin dan betulin semuanya Rp 11.000.000 hehe. Maklum suami gak ngerti mesin, waktu service mau mudik Lebaran malah bengkelnya abal-abal bukan jadi bagus malah rusak wkwk. Dijual uangnya buat umroh dan dipakai DP rumah pertama.

Nah ada cerita waktu mau beli mobil gress kedua di tahun 2014 mau beli Honda Mobilio, ada uang buat DP Rp 50.000.000, eh malah rumah kemalingan, rugi barang diambil Rp 7.000.000, ya sudah bangun rumah bagian belakang jadi full renov, abis Rp 30.000.000. Namanya hidup memang begitu nyarinya halal, suka dikeluarkan zakat dan sedekahnya masih aja diuji. Ikhlaskan, setelah ikhlas memang Alloh ganti Rp 100.000.000, waktu itu kepikir apa beli Agya atau Ayla bisa cash atau Brio nambah dikit. Tetapi jadinya buat DP Terios di tahun 2015, dengan harga Rp 211.600.000, tapi ya namanya dileasingkan ya rugi ketitih jadi Rp 245.000.000, nah tahun 2018 suami dipindah, tadinya mau lunasin rumah dan mobil sekalian, cuma ternyata ingin beli lagi rumah karena gak betah di kontrakan. Akhirnya rumah pertama kami lunas setelah 5x pelunasan Rp 40.000.000, Rp 35.000.000, Rp 30.000.000, Rp 25.000.000, Rp 16.000.000. Alhamdulillah waktu itu uang mudah banget didapatkan.

Nah tadinya waktu itu punya sisa Rp 30.000.000 mau lunasin terios, eh dipake DP rumah lagi Rp 72.000.000, sisanya dana talangan dari ortu dan mertua hehe.
Akhirnya jadi dobel cicilan lagi rumah kedua dan mobil, Alhamdulillah pas pindah suamiku dapet inventaris Xenia matic baru dari kantor, akhirnya mobil dijual ke adikku walau dia nyicil ke kita seadanya. Tetapi kata ortuku gak apa-apa namanya ke adik sendiri. Tahun 2019 Alhamdulillah aku hamil setelah menanti 10 tahun lamanya. Mungkin keuangan pas-pasan, tapi rumah dan kendaraan ada, malah Alloh kasih anak cantik. Nah Alhamdulillah walau setiap bulan pas-pasan bisa cukup buat keperluan rumah, kontrol kehamilan dan melahirkan dirawat di kamar VIP, nambah biaya sendiri yang tidak dicover asuransi setelah batas limitnya.

Alhamdulillah sisa 3x cicilan bulan februari kemarin bisa lunasin, rasanya plong. Jadi nyicil rumah pertama harusnya 15 tahun jadi 4 tahun 8 bulan, nyicil mobil terios 4 tahun 9 bulan. Mungkin memang batas mampunya kami kurang dari 5 tahun buat mencicil. Ya takut riba, tapi jujur bukan buat gaya tapi memang butuh, rumah ngontrak terus gak enak bukan gengsi tapi uang abis tapi gak punya rumah, mobil juga ketika pengen jenguk ortu atau mertua ngalamin didorong dari bis ketika turun, nerjang banjir sewa angkot buat ke stasiun kereta dan rugi cancel tiket kereta. InsyaAlloh setiap nyicil kami akan usahan sekuat tenaga agar cepat lunas. Termasuk rumah sekarang ambil 16 tahun InsyaAlloh bisa lunas dalam 5 tahun. Kami hanya mengandalkan usaha dan doa, karena bukan dari keluarga kaya raya, cukup sederhana, tapi bisa meraih gelar sarjana dan menikah dengan resepsi yang cukup meriah menurut kami mah.



Nah balik lagi, kami jual Terios ke adik kami Rp 155.000.000 dengan dicicil semampunya dia. Baru Rp 22.000.000, gak apa itung-itung nabung dan nolong adik sendiri. Ingat sedekah yang utama itu adalah ke keluarga kita sendiri baru ke orang lain.

Karena kita sudah mutasi KK dan KTP, ke domisili yang sekarang buat bikin akte kelahiran dan KK baru yang ada anak kita, plus sudah mutasi motor juga. Motor itu motor kedua kita, belinya cash dengan tukar tambah motor pertama yang belinya nyicil wkwk.

Tahapan mutasi, adikku di Karawang gesek rangka mobilnya dulu, gak kena biaya, hanya beri seikhlasnya cuma Rp 5.000 saja heuheu. Kedua suamiku dan adikku pelunasan dulu ke BCA Finance Semarang untuk ambil BPKB-nya, karena rumah sana masuknya kabupaten Demak jadi ya harus urus berkas mutasi ke Demak, sama kaya mutasi motor.

Di Demak bayar fiskal Rp 250.000 saja untuk mutasi dan dikasih surat keterangan pengganti STNK, berkas jadi 1 bulan. 27 febuari sampai 27 maret 2020.

Nah tinggal nunggu buat urus BPKB dan STNK juga bayar pajaknya di Karawang.



2 comments:

  1. Nggak hanya service mobil aja yang kadang malah bikin mobil jadi makin rusak. Service motor pun sering bikin motor makin rusak. Semoga kita semua selalu diberi limpahan rejeki ya, Mbak.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup