Friday, April 3, 2020

Hikmah Dan Risalah Aqiqah


Alhamdulillah putriku sudah kami Aqiqahi di bulan Desember, sehari sesudah anniversary kami, dan sehari sebelum ultahku. Aqiqah dalam bahasa Arab berarti memutus dan melubangi. Aqiqah menurut agama Islam adalah proses penyembelihan untuk anak yang baru lahir yang dilakukan oleh seorang Ayah dengan niat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan.
Hukum melaksanakan Aqiqah adalah sunnah muakkad, Rosululloh S.A.W. bersabda " Barangsiapa ada diantara kalian yang ingin menyembelihkan bagi anaknya maka silahkan lakukan. " (HR.Ahmad, Abu dawud dan An-nasai).


Putri kami lahir di bulan 11 2019 tanggal 12, hadiah wedding anniversay ke-11 dari Alloh, setelah menanti 10 tahun 2 bulan. Alesha Shavira Yasmeen kami menamainya, kewajiban orang tua setelah anaknya lahir adalah Aqiqah, dicukur dan diberi nama pada hari ke-7, Shasha panggilan putriku sudah punya nama sejak hari pertama kulahirkan via SC. Dan seminggu kemudian KIA dan Akte Lahirnya sudah jadi diurus papinya di Dukcapil. Baca tentang urus Akte Kelahiran di blogku ini postingan sebelumnya ya.
"Anak-anak itu tergadai/tertahan dengan aqiqahnya disembelihkan hewan untuknya pada hari ke-7, dicukur rambutnya dan diberi nama (HR.Ahmad).
Pelaksanaan Aqiqah sesuai hadist diatas sebaiknya dilakukan pada hari ke-7, sekaligus dicukur rambutnya dan diberi nama yang baik. Shasha hari pertama lahir sudah diberi nama karena sudah kita siapkan sejak dalam kandunganku dan untuk Surat Keterangan Lahir di Rumah Sakit. Aqiqahnya hari ke-40 dan dicukur rambutnya hari ke-42, lalu ditimbang dengan timbangan emas, beratnya dikalikan harga emas lalu disedekahkan.

Aku sendiri diaqiqahi ortuku pas aku nikah dengan suamiku, 1 ekor kambing kalau perempuan. Usiaku saat itu mau masuk 27 tahun. Tidak apa-apa daripada tidak sama sekali.
Aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ke-7, ke-14 dan ke-21. (HR. Baihaqi dan Thabrani).
Jika tidak terlaksana pada hari ke-21 maka pelaksanaan aqiqah bisa kapan saja, sesuai kemampuan ortunya. Bisa dilakukan juga sebelum hari ke-7, atau bisa dilakukan sendiri setelah dewasa. Sesuai firman Allah SWT. "Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu (Q.S.Al-Baqarah:185).



Rosululloh SAW. bersabda : "Bagi anak laki-laki disembelihkan 2 ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan 1 ekor dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah sembelihan itu jantan atau betina (HR Tirmidzi, Abu dawud, An-Nasai).

Hidangan aqiqah disunnahkan untuk dibagikan dalam keadaan masak, sebagiamana diriwayatkan oleh Aisyah r.a. : Lalu dimakan oleh (keluarganya) dan disedekahkan pada hari ke-7 (HR Al Baihaqi). Kami waktu itu mengundang ibu-ibu pengajian dan ibu-ibu tetangga, juga dibagikan kepada tetangga dan pak satpam, kerabat dan teman yang hadir, juga keluarga besar dari pihakku dan pihak suami. Aqiqah itu bukan perayaan layaknya ultah ya, tetapi sunnah muaakad. Bentuk rasa syukur ortu kepada Alloh atas anugerah kelahiran anaknya. 
Kami tidak mewah hanya sederhana via pelangi aqiqah hanya paket Rp 2.500.000 sudah dengan nasi kotak dimasak sate kambing dan tongseng kambing, ada kerupuk dan puding juga air mineral juga buku aqiqah dan gantungan kunci sebagian souvenir. Tambahan buah-buahan dan kue-kue basah beli sendiri terpisah, kalau ditotal hanya 3 juta rupiah saja kurang dikit.

Waktu acara aqiqah dipimpin oleh ustadzah dan anakku dikelilingkan buat diusap kepala dan dipotong dikit rambutnya oleh keluarga, kerabat, sahabat dan tetangga. Kata ustadzah sebagai simbol jika Nabi dekat dengan Ka'bah, bayi lahir dibawa tawaf, nah jika kita di tanah air bayi dikelilingkan kepada hadirin biar InsyaAlloh bisa tawaf depan Ka'bah juga.

Waktu itu ustadzah juga mengusapkan madu ke langit-langit mulut Shasha.
Sesuai sunnah, melakukan tahniq yaitu menggosok-gosokkan langit-langit (mulut bagian atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan. Diriwayatkan Abu burdah dari Abu musa r.a. : keberkahan aku telah dikarunia seorang anak, kemudian dibawa kepada Nabi SAW, lalu dinamakan Ibrahim, menggosok-gosok langit-langit mulutnya dengan sebuah kurma dan mendoakannya.


Itulah Hikmah dan Risalah Aqiqah, betapa Islam itu indah dan mudah. Kita pun pas Aqiqah senang karena 2 keluarga besar yang jarang ketemu bisa kumpul. Kalau kita mah hanya ambil sesuai sunnah, saat mengandung pun ambil 4 bulanan dimana ruh sang jabang ditiupkan, mengadakan pengajian dengan undang ustadz dan anak -anak yatim asuhannya. Biar berkah dan anak kami soleha. Hanya dengan membagikan nasi padang dengan lauk rendang sapi plus sayurannya dan makanan seperti uli, ladu, buah-buahan juga makanan ringan kaya opak rengginang suka disebut hahampangan di sunda mah, ada rujak juga dodol dan minuman ringan. Sama juga mengundang  tetangga dan keluarga, hanya butuh dana 2 juta kurang, berbagi kebahagiaan selaligus sedekah. Bentuk rasa syukur kami yang sudah kasih amanah sekaligus anugerah anak putri yang soleha InsyaAlloh. Jadi jika ada yang menganggap bahwa syukuran mahal InsyaAlloh dana bisa disesuaikan dan bukan perayaan tapi lebih banyak doa biar berkah. Kalau kata ortuku masa kita bisa beli rumah, kendaaran roda 4 dan roda 2 juga gadget bisa, masa iya hanya syukuran tidak bisa.





No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup