Wednesday, November 1, 2023

Berdayakan UMKM Lokal Lewat Zakat

                                     
Siapa yang tak merasakan dampak dari pandemi Covid 19, ada yang kehilangan anggota keluarga, ada yang kehilangan pekerjaan tetap termasuk penghasilan. Semuanya berubah ya termasuk penghasilan pekerja tetap apalagi pegiat UMKM. Semua terasa dratis berubah, tapi setelah usai pandemi kita semua harus survive, manusia-manusia kuat yang melanjutkan hidup dan masa depan.
Pak Zulrifan Noor, dari Tabalong Kalimantan Selatan, penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2020. Pak Zulrifan membuat program pemberdayaan UMKM lokal dengan konsep infaq, zakat dan wakaf produktif. Waktu itu banyak warga Tabalong hidup dari penghasilan hasil karet, di tengah pandemi covid harga karet anjlok. Mendirikan koperasi yang diinisiasi Baitulmaal Wakaf Indonesia/BWI. BWI ini donasi yang masuk baik berupa infaq, zakat dan wakaf produktif tidak dibagikan langsung habis 
pada sasaran donasi. Misalnya BWI ini memberdayakan UMKM lokal untuk memproduksi barang donasi seperti masker, takjil, dan beras gratis. Jadi UMKM yang produksi barang-barang tersebut masih memiliki penghasilan.


Tak hanya itu BWI itu membantu para pengelola usaha kecil agar tak pinjam modal dari rentenir. Kebanyakan masyarakat Tabalong terkena lilitan hutang. Jadi BWI ada program pelunasan utang masyarakat kepada rentenir dengan menggunakan dana zakat. Keren banget, zakat pun sampai kepada mustahik/orang yang berhak menerima zakat infaq. Tapi ada syaratnya mustahik yang mau lunasin hutangnya ke rentenir harus menandatangi dulu surat perjanjian agar tak berhutang lagi ke rentenir.

MasyaAllah jika zakat digunakan begini di setiap penjuru Indonesia gak akan ada orang yang terlilit hutang online ya, semua rakyatnya makmur terjamin. Semoga para pemimpin atau pejabat daerah bisa menerapkan gini zakat baik zakat maal/harta, zakat penghasilan dan zakat lainnya untuk membantu kesejahteraan orang-orang yang membutuhkan.

Nih ya kita hitung aja karena zakat itu banyak macamnya :
1. Zakat penghasilan, yaitu zakat yang dikeluarkan dari gaji/upah/honorarium jika telah mencapai nisab sebesar 85 gram emas per tahun, dikeluarkan 1/12 dari 85gram emas. Zakat usaha atau penghasilan tergantung hasil usahanya dan berapa jumlahnya, sekitar 2,5% - 10%.
2. Zakat emas 20 dinar atau 85 gram/haul satu tahun.
3. Zakat perak 200 dirham atau 595gram /haul satu tahun.
4. Zakat pertanian dan peternakan dikenakan pada hasil pertanian dan peternakan, seperti tanaman, buah-buahan, ternak, dan ikan. Besaran zakat pertanian dan pertanian bervariasi tergantung pada jenis hasil dan lingkungan tempat hasil tersebut tumbuh atau berkembang.
5. Zakat fitrah 2,5 kg beras ketika Idul Fitri sehabis Puasa Ramadhan.

BWI/ Baitulmaal Wakaf Indonesia selama ini sudah menyumbangkan 1 ton beras dan uang sebesar 50,5 juta rupiah, disalurkan kepada 300 masyarakat yang kekurangan juga terdampak Covid-19. Dari ratusan orang yang sudah terbantu, 15 sudah lepas dari lilitan utang rentenir, dan sudah dibina BWI supaya punya usaha dan penghasilan tetap. BWI meminjamkan modal bervariasi antara satu sampai lima juta rupiah kepada pegiat UMKM yang membutuhkan.

Semoga makin banyak yang mennyalurkan zakat kepada yang membutuhkan, jadi tidak ada lagi yang terlilit utang rentenir atau pinjol plus semuanya bisa sejahtera.
Karena punya utang gak enak bahkan jika terlilit riba bukan sejahtera malahan sengsara. Sebisa mungkin jangan membiasakan solusi dengan berhutang karena utang itu berat dibawa sampai akhirat, jika yang berhutang gak bayar selain di dunia dikejar debt collector, di akhirat dituduh sebagai pencuri. Semoga Allah menjauhkan kita dari hutang, dan memudahkan kita untuk berzakat dan berinfak serta bersedekah.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup