Wednesday, March 20, 2019

SEMALAM DI MELAKA MALAYSIA

Kota tua Melaka depan air mancur, suka disebut kota merah juga. 

Tanggal 7 Maret 2019 kemarin, aku dan suamiku bersama keempat temanku ke Kuala Lumpur, Alhamdulillah kami dapat tiket promo dibooking Mara November 2018 lalu. Waktunya singkat dari tanggal 7 sampai 9 Maret 2019, 3 hari 2 malam. Nah kami di Melaka 1 malam dan Kuala Lumpur 1 malam. Aku cerita dulu pas di Melaka  satu malam ya. Melaka terkenal dengan kota tuanya, atau ada yang suka sebut kota merah, karena warna bangunan merah semua, cuaca di Melaka sangat terik, panasnya kaya Semarang menurutku. Jadi ketika tiba sore hari di Medical Centre Melaka kami ke homestay dulu lalu keluar lagi jelang Magrib,  cari sunset dan biar solat Magrib di mesjid Selat Melaka. Bangunan dekat air mancur dan icon i love Melaka itu ada gereja dan jam dinding warna merah juga loh. Katanya bangunan di kota merah itu heritage yang diakui UNESCO, dan peninggalan Belanda tertua di Asia. 

Booking tiket pesawat di tiket dot com. 

Banyak yang tanya japri berapa sih abis biayanya, karena kami dapat promo dan pergi berenam, juga ala ransel alias backpacker, tentunya lebih hemat dan murah daripada ala koper. Tentunya keduanya ada plus minusnya, cuma tetep asyik kok. Aku pun baru nyobain ala ransel ini kali ini, waktu 2013 dan 2015 ke LN ala koper ke negara Arab dan Thailand. 
Nih ya totalnya 1 malam di Melaka dan 1 malam di Kuala Lumpur itu cuma abis 3.6 juta rupiah saja berdua, termasuk tiket pesawat, penginapan dan makan juga transportasi dan oleh-oleh heuheu. 
Tuh tiket pesawat Garuda Indonesia perginya dan pulangnya tiket pesawat Malaysia Airlines ekonomi, dapat makan juga snack di pesawat, baca artikelku sebelumnya ya tentang  tiket remaks ya, tiket pp Jakarta Kuala Lumpur berdua cuma abis 700 ribu rupiah, dengan maskapai yang lumayan, rezeki Alhamdulillah. 

Minimarket di dekat bandara KLIA. 

Sampai di bandara KLIA jelang dzuhur waktu Malaysia dari bandara Soetta Tangerang Banten gate 10. Dan kami pun naik kereta bandara dulu untuk menuju stasiun bas/terminal bis dekat KLIA,  sebelum ke stasiun bas, mampir minimarket dekat bandara untuk beli air minim, harganya kalau minuman rasa anggur dan mirip asam jawa 2 botol 9 RM, sementara 1 botol air mineral 2 RM. Kami pun berwudhu dan nunggu solat di musola/surau juga ada tandas/toilet dekat pembelian tiket bus. 

Stasiun bas/terminal bis dekat bandara KLIA tinggal nyebrang. 

Nyampe jam 11.30 waktu Malaysia, kami masih lama nunggu dzuhur, dan ternyata hanya ada bus yang berangkat ke Medical Centre Melaka itu jam 13.30 waktu Malaysia. Sambil nunggu kan bisa solat dzuhur dan ashar dijama sekalian takut gak sempat ashar. Bus dari KLIA lebih nyaman daripada bus dari Melaka Central ke stasiun KRL Kuala Lumpur. 

Tiket bas/bus dari KLIA ke Melaka, dan dari Melaka Sentral ke stasiun KRL Kuala Lumpur. 

Perginya harga tiket bus 35RM/ Rp 129.500, busnya ada AC, bisa selonjor kaki dan luas. Turunnya tepat di Medical Centre Melaka. Hanya 2 jam dari stasiun bus di dekat KLIA ke Medical Centre Melaka. Nah pulangnya kami menuju Kuala Lumpur pakai bus hanya 13.6RM/ Rp 50.000 saja, beda bus yang ini ngebut dan rada bikin eneg juga gak begitu nyaman heuheu. Ada harga ada rupalah ya kan. 1RM itu jika nuker di Cibinong Rp 3.550, kalau nuker di Malaysia 1RM = Rp 3.704 heuheu, lebih mahal 154 rupiah ya 1 RM-nya kalau nuker di negeri Jiran. Jadi harga tiket bus aku ambil yang 1RM = Rp 3.700 saja ya biar gampang hehe dibuletkan. 


Depan homestay, ini sebelah B' Your Home tempat menginap kita. 

Kalau liat homestay sebelah yang kita inapi, mayan bagus buat foto kan ya hehe, padahal begitu turun kok aku ngerasa horor nih homestay wkwkwk. Karena book homestay ini @marasolehah dan kita jelang berangkat hehe.

B' Your Home homestay di Taman Sri Bachang, Melaka Malaysia. 

Nih ya homestay kita itu yang biru sebelah kiri B'Your Home, semalam sekitar Rp 350.000/ 95RM, ternyata penginapan mahal di Melaka daripada Kuala Lumpur, ini udah dibooking Mara dan kita transfer ke Mara untuk dibayarkan pas Februari 2019. Kita book 3 kamar, 2 kamar di lantai 1 dan 1 kamar lagi di lantai 3, aku dan suamiku di lantai 3, sebelah gedung kaya abis kebakaran gitu, kamar juga dikasih wallpaper tetep lembab, dan kamarnya dekat pemakamam haha. Cuma tersedia air mineral 2 botol, tanpa teh dan tanpa kopi atau gula, naik ke atas sepatu kudu dilepas di bawah. Kamar mandi ada tissue toilet dan sikat gigi juga sampho, kagak ada sabun mandi heuheu, ada air hangat tapinya lumayan buat mandi penghilang penat.  Begitu nyampai suamiku solat Ashar, katanya gak dijama soalnya kan nyampe perkiraan 15.30 waktu Malaysia,  tapi ternyata tiba di Medical Centre pas terik panas dan agak sedikit lama nunggu grab, grab aplikasinya sama dengan di Indonesia, jadi suamiku tinggal pesan disitu, dari Medical Centre cuma 13RM/Rp 40.100, dibagi 5 dong, aku, suamiku, mbak Wati ama Babe suaminya mbak Wati dan mbak Dian, karena Mara udah duluan nyampe Melaka. Seorang urunan 2.5RM/ Rp 9.250, kita selalu pesan mobil besar sekelas innova atau mobilio di Indonesia mah, jadi bisa berlima bahkan berenam. 

Mesjid Selat Melaka

Setelah mandi sore dan ganti baju kita ke Mesjid Selat Melaka, terletak di Banda Hilir, dari homestay kesini 12 RM/ Rp 44.400  dibagi 6 masing-masing 2 RM/Rp 7.400.
Mesjid Apung ini berada di tengah lautan menghadap Selat Melaka. Konon katanya mesjid Apung ini berada di Selat terpanjang di dunia. Mengingatkan kami pada Mesjid Terapung di Jeddah Arab Saudi heuheu. Menikmati sunset di dekat Mesjid Selat Melaka ini bikin kami banyak bersyukur atas nikmat Allah. Dan kami pun ikut solat berjamaah Magrib disini. 1 Rajab taun ini berkesan sekali. 

Di sekitar Medical Centre Melaka Malaysia.

Di sekitar Medical Centre ini banyak klinik dan apotek, mungkin juga ada wisatawan yang sedang berobat. Ada juga nih seperti kapal laut,  bangunannya banyak Mesjid juga. Juga pertokoan dan gedung seperti apartemen. 

Suasana sekitar mesjid Selat Melaka. 

Ooh iya di Mesjid Selat Melaka kemarin tepat 1 Rajab, setelah solat Magrib ada pengajian malam 1 Rajab entah ustad/kyai siapa yang ceramah,  bahasa Melayu aku pun sedikit paham. Dan ada minuman serba 1 RM/ Rp 3.700 dengan mesin otomatis, masukan 1RM 1 lembar pencet minuman yang dipilih, nanti keluar minumannya. Makin malam bagus lampu kerlap kerlip disini, sebelum Isya perut kami terasa lapar, akhirnya kami milih balik ke kota tua Melaka. Niatnya mau cari makan sekalian nyobain kapal boat ngelilingi sungai Melaka/ Melaka River Cruise. 

Sungai depan kota tua Melaka.

Nyampe sungai Melaka ini terdengar suara adzan Isya, dan hanya 10RM/Rp 37.000 kesini dari mesjid selat Melaka, dibagi 6 hanya 1.5 RM per orangnya. Nah begitu kesini sungainya kok alirannya sepertinya deras ya airnya, dan dari kejauhan ada kapal boat yang sepertinya susah dihidupkan kembali, membuat kami urung naik ah serem, mana malam Jum'at lagi haha. Akhirnya kami hanya foto-foto depan sungai di deretan bendera,  dan nyebrang ke kota merah lagi hehe. 

Di kawasan kota tua dan pertokoan Melaka City. 

Ada hardrock cafe juga di jalan dekat sungai, juga gereja dan seperti surau dari kejauhan, tampaknya museum seni budaya Melaka. 

Ada AEON juga di Melaka dan jika mau beli kabel  universal ada di toko gadgets itu, juga hotel JW Mariots. 

Mampir beli kabel universal mbak dian dan mbak wati ke toko gadget,  tau dari supir grab yang akan mengantar kami balik homestay,  aku udah bawa dari rumah hadiah dari suatu acara. Harganya murah juga ternyata sekitar 4.5RM kalau gak salah. 

Makan malam di Asam Pedas Legenda Melaka. 

Kami makan malam di asam pedas legenda, dianter supir grab, dari dekat tomatos pertokoan Melaka kesini sekitar 13 RM dibagi 6 dong tetep. 
Aku memilih nasi goreng Cina gak pedas kiri atas 8.9RM dan suamiku nasi goreng kampung agak sedikit pedas 8.9RM, air kelapa muda/Degan utuh 5RM, dan teh tarik 2.7RM. Nah malam itu diakhiri makan malam dan beli kabel universal, lalu balik ke homestay B' Your Home Melaka untuk istirahat dan menginap disini. 

Melaka Central, Terminal Bis menuju Kuala Lumpur.

Pagi habis mandi dan solat Subuh kami sudah bersiap jam 6 pagi depan homestay, sambil nunggu grab ke Melaka Central, kalau gak salah 16RM berenam. Lalu kami pun sarapan dulu roti canai dan teh tarik di stasiun bas Melaka Central. Yang harga 1 tiket busnya 13.6 RM tadi buat balik ke Kuala Lumpur. Nyampe sekitar jam 10.30 kami di Kuala Lumpur langsung makan siang. 
Nanti ya aku tulis di postingan artikel 1 hari 1 malam di Kuala Lumpur Malaysia di postingan  berikutnya. 

Roti Canai dengan bumbu kari dan seperti kacang hijau yang satunya lagi, plus penjual kue putu di stasiun Melaka Central. 

2 piring roti canai untuk sarapan aku dan suamiku, dan 1 gelas teh tarik hanya gak ada 5RM, masih ada kembalian berapa sen gitu ya heuheu. Kalau air mineral dari 8 sen, 1RM sampai 1.5RM berbagai kemasan beda-beda di sepanjang toko roti dan minuman di stasiun bas Melaka Central. Nah itu kue putu mau beli tadinya aku ma mbak Wati, eh ternyata belum siap kuenya masih diadon, padahal penasaran putu Malaysia ama Indonesia sama apa enggak heuheu. 
Nah ini ceritaku semalam di Melaka Malaysia, bersambung ya masih ada nanti di Kuala Lumpur Malaysia. 












27 comments:

  1. Wuihh murah banged ya berdua cuma tiga jutaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan ala ransel 3 jutaan mah lokal aja pp jakarta ponorogo mbak din heuheu, makanya kami berangkat kemarin juga, iya beneran kok 3.6juta itu udah dihitung ama damri dan taksi dari rumah ke bandara soetta :)

      Delete
  2. Mantaab..jadi pengen nyoba juga ala ransel begini.. tp kalau sendiri gak berani..haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak tanti, kudu ramean, klo solo travel ya pastinya ongkos grabnya ditanggung sendiri jadi lebih mahal juga, ala koper memang mahal, cuma kita udah gak mikir makan ma transport dan wisata keubek semuanya termasuk udah tiket masuk dan anter jemput hotel bandara, ala koper murah, cuma lebih capek dan lebih lama waktu di jalannya, sama makan juga kudu nyari dulu ngegrab lagi, dan tak tersedia sarapan di penginapan heuheu, aku dah ngerasain koper 2x, ransel baru sekali ini, kapan-kapan ikutan dong kalau kita rame-rame lagi ke LN tetapi selain malaysia dan thailand ya heuheu, cuma karena dikondisikan makanya wisata juga gak cukup waktu diubek semuanya ala ransel mah heuheu..

      Delete
  3. Night view di sungai daerah kota tua indah banget mbak. Aku juga sering tuh solo travelling pake ransel jadi gak ribet dan sangat ringkas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak ala ransel juga lebih hemat ya daripada ala koper heuheu, iya Melaka aku sukanya juga malam hari, kalau siang hari panas terik :)

      Delete
  4. Masjidnya itu bagus kah mba? Kayanya ikonik bgt kalo org ke Melaka foto disitu

    ReplyDelete
  5. Masjidnya itu bagus kah mba? Kayanya ikonik bgt kalo org ke Melaka foto disitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus kok lu, memang iconik mesjid selat melaka, mesjidnya banyak dipakai ibadah solat dan pengajian juga jadi lebih manfaat selain ada wisatawan yang hanya foto-foto yang non muslim :)

      Delete
  6. Seru banget ya, dan lebih irit kalau beramai-ramai, sharing cost ya..jadi pengen jalan-jalan jugaa..nabung duluu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak dew, sharing cost lebih hemat, yuk nabung aku juga pengen ke singapura ama bali heuheu..

      Delete
  7. jadi pengen pergi traveling deehh, serruu banget emang kalo ala backpacker gitu rame rame dan muraahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lee, yuk ah ke singapura atau negara lainnya lagi, rame-rame ala ransel lagi, seru banget asyik :)

      Delete
  8. Ahhh udah jadi tulisan yang Melaka nih Vita. Yang harga buat nyambung ke steker itu harganya kayaknya 4,5 RM

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak wati, ntar minggu deh nulis KL-nya, oke deh aku ganti ya 4.5RM sip ya..

      Delete
  9. Ooh jadi lebih baik nuker uang ringgitnya di Indonesia aja ya mba. Meski selisih dikit tapi kalo dikalikan jadi banyak juga. Noted deh siapa tau ada rejekinya ke Malaysia. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak mi, mau kr negara manapun di dunia ini kalau nuker di negara itu nilai rupiahnya lebih rendah, mending nuker pas di Indonesia, solnya dulu thailand aja disini Rp 400 disana Rp 500,di mekah madinah kalau gak salah juga lebih mahal nuker disana beda Rp 200,pas suamiku ke Australia, Singapura, Hongkong, Turki dan Korea juga lebih mahal nuker disana heuheu..

      Delete
  10. aihh mba vita mau ikuttt.. ajak2 donk travellingnya. liat mba vita jadi kayak best couple nih. hihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk mbak novi, aku belum nih Singapura ama India, Hongkong heuheu.. Aamiin Alhamdulillah InsyaAllah.. Nuhun :)

      Delete
  11. Barokallah ya Mba Vita udah sampe Malasyia
    semoga aku bisa menyusulmu main ke sana juga.
    Berkah banget ini sama suami dan sahabat kesayangan bisa ke sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Aamiin Nyi, InsyaAllah pasti bisa :)

      Delete
  12. Seru deh kalo lihat mbak Vita sama suami, rukun,, jalan-jalan selalu barengan. Kompak terus ya mbak.
    Btw, kapan-kapan balik lagi ke Melaka trus jalan-jalan pas sore di sekitaran sungai dan China Town, banyak spot buat foto-foto lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yang mural-mural itu ya lin, kemarin kita keburu kemaleman dan capek, jadi balik lagi ke homestay deh :)

      Delete
  13. Jadi pengen ke sana, Mbak. ..

    Waktu temen2 Blogger Muslimah trip ke Malaysia aku mupeng banget.. Sayang blm bs ikut

    ReplyDelete
  14. Aku ada rencana mau kesana hihi. Makasih teh artikelnya informatif bangeettt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya masama, Alhamdulillah kalau manfaat mah, oh ya, kapan nih :)

      Delete

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup