Wednesday, December 19, 2018

KAMPUNG SAWAH KBA LENGKONG KULON BERDIKARI


Tebak aku dimana nih, ini di kampung sawah lengkong kulon,  kampung ini termasuk kategori kampung utama kampung Astra berseri loh. Dulunya kampung ini adalah areal persawahan, sejak 2010 sudah ada kampungnya. Kampungnya bersih dan berdikari. Kampungnya berada di BSD Tangerang. Apa sih kampung berseri Astra, program CSR / Corporate Social Responbility yang terdiri dari 4 pilar yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan dan wirausaha. 
Sekilas kampung sawah ini gak ada bedanya dengan kampung lainnya di daerah lainnya. Tetapi mari kita lihat uniknya, menurutku jika semua kampung di Indonesia seperti ini, Indonesia akan makin maju dan jaya loh. 


Sebuah bangsa yang besar butuh SDA dan SDM yang bagus untuk menyokongnya, sumber daya manusia dan alam perlu pendidikan dan perawatan, Astra dengan gerobak pintarnya menjangkau kampung-kampung agar masyarakat gemar membaca, anak-anak di kampung sawah lengkong kulon ini misalnya, sudah rutin ikut kegiatan membaca lewat buku yang ada di gerobak pintar ini. Dengan membaca kita bisa melihat dunia dan menambah wawasan kan. Siapa tahu anak-anak ini jika gemar membaca makin pintar, kelak jadi orang besar. 


Kesehatan, selain program Germas yaitu gerakan masyarakat sehat pemerintah,  Astra juga mendukung dengan adanya cek pemeriksaan rutin, tekanan darah, ASI ekslusif, pengukuran lingkar perut dan timbangan badan, kesehatan mata, kesehatan agar terdeteksi penyakit tidak menular seperti diabetes dengan pemeriksaan gula darah,  pemeriksaan kolesterol dan tekanan darah. Masyarakat di kampung sawah ini rutin cek kesehatan, dari anak-anak dan dewasa,  tak heran pernah menang POSBINDU tingkat kabupaten Tangerang. Bahkan Ibu menyusui dan anaknya yang telah full ASI selama 2 tahun mendapatkan sertifikat, hal ini memicu ibu-ibu lainnya untuk kasih ASI full ke anaknya. Ada pula kulihat ibu gendong balita dengan obat dan vitamin dari hasil  pemeriksaan di POSBINDU. Obat sesuai resep dokter jika diminum teratur akan sehat untuk pasien, dan di POSBINDU ada dokternya juga, nah gini dong dokter dan tenaga medis lainnya mau tugas ke kampung jangan di kota saja, agar semua masyarakat Indonesia sehat jasmani dan rohani. 


PAUD/ pendidikan anak usia dini yaitu balita, karena balita adalah masa golden age, PAUD-nya selain mengajar anak membaca dan menulis juga bersosialisasi, dengan hafalan surat pendek Alquran dan menyanyi juga menari, iya dong biar dunia akhirat seimbang. Anak-anak ibarat kertas putih bersih yang bisa ditulisi apa saja, jika kita tanamkan hal baik sejak dini, kelak anaknya menjadi anak cerdas dan berahlak mulia.


Satu lagi kampung sawah lengkong kulon ini masih kental dengan budaya Betawi, ada ritual Palang Pintu untuk menyambut tamu yang datang ke kampung mereka. Selain itu juga ada marawis dengan solawatan, keren dan unik. Aku yang orang Sunda jadi tahu budaya Betawi. 


Unik kampungnya, lihat sampah saja sudah dipisahkan antara sampah oraganik dan non organik, bahkan plastik dan botol plastik bekas dikumpulkan dalam sebuah wadah khusus, bikin kampung sawah ini asri rapih dan berseri bukan.  Banyak warung di kampung ini dari jajanan hingga kebutuhan sehari-hari tersedia.  Ada yang jualan bensin,  tukang rongsokan,  bahkan pencucian motor dan mobil. Juga ada laundry pakaian dan warung sembako. Komplit kan jadinya gak seperti kampung, bener sudah berdikari kampungnya, masyarakatnya berwirausaha sehingga saling bantu perekonomian semua warga kampung. 


Uniknya lagi tanah kosong dekat kuburan ini dijadikan kebun, dengan prinsip simbiosis mutualisme,  unsur hara dari kuburan menyuburkan tanah,  dan tanaman ditanam ada yang digigit serangga juga, cuma justru makin menyuburkan tanaman. Jagung, labu,  pisang, bunga telang, ciplukan, okra, chaisim dan kacang panjang  dan rambutan, tumbuh subur di kebun kampung sawah ini. Ini mengingatkan kita sebagai manusia berasal dari saripati tanah, kembali nanti ke tanah alias dikubur, dan kita makan makanan yang ditanam di tanah. 

Sayuran dan buah kita butuhkan,  dari bunga telang aja warga olah menjadi teh telang, hasil kebun sudah bisa menggaji yang mengurus kebun, hasil kebun dijual lagi untuk warga, sudah ada beberapa swalayan yang tertarik untuk suplai tetapi belum ditindak lanjuti. Tanaman di kebun pisabilulungan ini selain subur sudah mendapatkan penghargaan, konsep pisabilulungan artinya guyub,  dari kita, oleh kita untuk kita. 


Sampah dedaunan kering atau jatuh kena angin dan hujan dijadikan pupuk organik, dan hampir setiap rumah sampah organik anorganik juga plastik dipisahkan, keren sadar akan kebersihan lingkungannya juara banget, gak bakalan banjir kan jadinya. Selain itu ada pula lapak barang rongsokan, ada juga rumah warga yang dikontrakan, mayan ya nambah penghasilan jika punya rumah luas disewakan, pikiran bisnis wirausahanya jalan. 


Ini jagung, labu, kacang panjang, rengginang,  dan jus sirsak juga mangga yang sudah dikemas rapi, siap dipasarkan warga kampung sawah. Kreatif ya sehingga makin menarik pembeli kalau kemasannya begini, jusnya juga enak gak pakai pemanis dan pengawet. 


Selain itu ada lahan untuk wirausaha sutil kayu yang hanya dibandrol harga 15 ribu rupiah saja,  dan ban bekas dibikin kursi dicat bunga itu, mengubah barang bekas jadi bermanfaat kan. Aku jadi berpikir jika semua kampung seperti ini mungkin gak usah ada lagi TKI atau TKW, berdikari aja di kampung sendiri, mending jadi tuan di negeri sendiri kan daripada di negeri asing. Dimana ada kemauan disitu ada jalan, salut juga buat Astra mau membina kampung-kampung di seluruh Indonesia dengan CSR 4 pilar ini, semoga makin meluas hingga kampung pelosok sekalipun, agar selain berseri juga berdikari semua kampung di Indonesia dan makin sejahtera warganya. #LFAAPABSD






26 comments:

  1. Keren banget kampung berseri astra. Aku td baca2 beberapa kegiatan KBA di beberapa tempat, jadi kepikiran di kompleksku pengen bikin semacam gitu juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk mbak mi, kita tularkan 4 pilar ini ke kampung sekitar tempat tinggal kita, biar Indonesia makin jaya :)

      Delete
  2. Kampung berseri Astra patut di contoh nih bagi kampung/desa lain. Biar lebih kreatif masyarakatnya dan lebih mandiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali nih aga biar masyarakat Indonesia makmur merata :)

      Delete
  3. Maju ya kampungnya. Harus byk2 dishare spy byk yg ketularan nih kampung2 lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul sekali mbak archa, agar makin bnyak kampung yang berseri dan berdikari :)

      Delete
  4. Semog makin banyak kampung berdaya macam Kampung berseri astra ini ya. Pasti ekonominya makin meningkat deh

    ReplyDelete
  5. Keren banget kampung berseri Astra ya pemberdayaan masyarakat nya di segala bidang . masyarakat kreatif dan sejahtera

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak mun, kalau semua kampung berseri dan berdikari Indonesia makmur sejahtera masyarakatnya 😊

      Delete
  6. Wah keren nih Kampung Berseri Astra..suka yang bagian mempertahankan budaya, patut di contoh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dan bagus ya kampung dengan csr 4 pilar ini 😊

      Delete
  7. Salut euy aku bacanya. Masyarakat di kampung ini keliatan produktif banget. Patut dicontoh nih buat daerah lain

    ReplyDelete
  8. Gak hanya programnya yang keren, orang-orang di kampung itu lebih keren lagi karena ingin kampungnya maju.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul selain SDA juga SDM nya plus faktor 4 pilar tafi di kampung ini turun berperan :)

      Delete
  9. Andai perusahaan di Indonesia melaksanakan seperti Astra dengan membuat Kampung berdaya, negeri ini makin makmur. Karena warganya diajak menjadi kreatif dan mandiri secara ekonomi ya

    ReplyDelete
  10. Wah, asyik bgt sih astra bisa bikin kampung jadi begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Astra sudah banyak bikin KBA, desa menari di jateng, kba lengkong kulon bsd tangerang, sama ada kba cibining bogor juga :)

      Delete
  11. Keren ya kegiatan KBA ini, kegiatan literasi ya itu lho maju banget..

    ReplyDelete
  12. halo mbak vita, gimana kbrnya.Seru ya mbak kegiatanya dan banyak manfaatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak ningrum baik, huum mbak ning :)

      Delete
  13. Wow, masih ada yang merawat budaya daerah Betawi semacam palang pintu. Semoga tidak tergerus jaman ya. Salut!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mbak har, biar budaya Indonesia lestari :)

      Delete

Terima kasih sudah membaca blog saya
Mohon tidak meninggalkan link hidup